Produk Pupuk Organik PT. Natural Nusantara

Dengan semangat mencapai “INDONESIA MAKMUR RAYA BERKEADILAN” serta memberikan sesuatu yang bermanfaat dan bermakna bagi Dunia. ...

Distributor Resmi PT. Natural Nusantara "From Gersang To Rindang"

Dengan semangat mencapai “INDONESIA MAKMUR RAYA BERKEADILAN” serta memberikan sesuatu yang bermanfaat dan bermakna bagi Dunia. ...

Distributor Resmi PT. Natural Nusantara "GO ORGANIK"

Dengan semangat mencapai “INDONESIA MAKMUR RAYA BERKEADILAN” serta memberikan sesuatu yang bermanfaat dan bermakna bagi Dunia. ...

Distributor Resmi PT. Natural Nusantara N-390589 "PRESTASI PT NATURAL NUSANTARA

Dengan semangat mencapai “INDONESIA MAKMUR RAYA BERKEADILAN” serta memberikan sesuatu yang bermanfaat dan bermakna bagi Dunia. ...

Sabtu, 21 November 2015

Cara Budidaya Udang Cepat Panen

Posted by Handri Arfian On 13.13



I. Pendahuluan
Udang merupakan jenis ikan konsumsi air payau, badan beruas berjumlah 13 (5 ruas kepala dan 8 ruas dada) dan seluruh tubuh ditutupi oleh kerangka luar yang disebut eksosketelon. Umumnya udang yang terdapat di pasaran sebagian besar terdiri dari udang laut. Hanya sebagian kecil saja yang terdiri dari udang air tawar, terutama di daerah sekitar sungai besar dan rawa dekat pantai. Udang air tawar pada umumnya termasuk dalam keluarga Palaemonidae, sehingga para ahli sering menyebutnya sebagai kelompok udang palaemonid. Udang laut, terutama dari keluarga Penaeidae, yang bisa disebut udang penaeid oleh para ahli.

Udang merupakan salah satu bahan makanan sumber protein hewani yang bermutu tinggi. Bagi Indonesia udang merupakan primadona ekspor non migas. Permintaan konsumen dunia terhadap udang rata-rata naik 11,5% per tahun. Walaupun masih banyak kendala, namun hingga saat ini negara produsen udang yang menjadi pesaing baru ekspor udang Indonesia terus bermunculan. Budidaya udang windu di Indonesia dimulai pada awal tahun 1980-an, dan mencapai puncak produksi pada tahun 1985-1995. Sehingga pada kurun waktu tersebut udang windu merupakan penghasil devisa terbesar pada produk perikanan. Selepas tahun 1995

JENIS
Klasifikasi udang adalah sebagai berikut:
Klas : Crustacea (binatang berkulit keras)
Sub-klas : Malacostraca (udang-udangan tingkat tinggi)
Superordo : Eucarida
Ordo : Decapoda (binatang berkaki sepuluh)
Sub-ordo : Natantia (kaki digunakan untuk berenang)
Famili : Palaemonidae, Penaeidae


MANFAAT
!) Udang merupakan bahan makanan yang mengandung protein tinggi, yaitu 21%, dan rendah kolesterol, karena kandungan lemaknya hanya 0,2%. Kandungan vitaminnya dalam 100 gram bahan adalah vitamin A 60 SI/100; dan vitamin B1 0,01 mg. Sedangkan kandungan mineral yang penting adalah zat kapur dan fosfor, masing-masing 136 mg dan 170 mg per 100 gram bahan.
2) Udang dapat diolah dengan beberapa cara, seperti beku, kering, kaleng, terasi, krupuk, dll. 3) Limbah pengolahan udang yang berupa jengger (daging di pangkal kepala) dapat dimanfaatkan untuk membuat pasta udang dan hidrolisat protein.
4) Limbah yang berupa kepala dan kaki udang dapat dibuat tepung udang, sebagai sumber kolesterol bagi pakan udang budidaya.
5) Limbah yang berupa kulit udang mengandung chitin 25% dan di negara maju sudah dapat dimanfaatkan dalam industri farmasi, kosmetik, bioteknologi, tekstil, kertas, pangan, dll.
6) Chitosan yang terdapat dalam kepala udang dapat dimanfaatkan dalam industri kain, karena tahan api dan dapat menambah kekuatan zat pewarna dengan sifatnya yang tidak mudah larut dalam air.


II. Teknis Budidaya
Budidaya udang windu meliputi beberapa faktor, yaitu :
2.1. Syarat Teknis
- Lokasi yang cocok untuk tambak udang yaitu pada daerah pantai yang mempunyai tanah bertekstur liat atau liat berpasir yang mudah dipadatkan sehingga mampu menahan air dan tidak mudah pecah.
- Air yang baik yaitu air payau dengan salinitas 0-33 ppt dengan suhu optimal 26 - 300C dan bebas dari pencemaran bahan kimia berbahaya.
- Mempunyai saluran air masuk/inlet dan saluran air keluar/outlet yang terpisah.
- Mudah mendapatkan sarana produksi yaitu benur, pakan, pupuk , obat-obatan dan lain-lain.
- Pada tambak yang intensif harus tersedia aliran listrik dari PLN atau mempunyai Generator sendiri.

2.2. Tipe Budidaya.
Berdasarkan letak, biaya dan operasi pelaksanaannya, tipe budidaya dibedakan menjadi :
- Tambak Ekstensif atau tradisional.
Petakan tambak biasanya di lahan pasang surut yang umumnya berupa rawa bakau. Ukuran dan bentuk petakan tidak teratur, belum meggunakan pupuk dan obat-obatan dan program pakan tidak teratur.
- Tambak Semi Intensif.
Lokasi tambak sudah pada daerah terbuka, bentuk petakan teratur tetapi masih berupa petakan yang luas (1-3 ha/petakan), padat penebaran masih rendah, penggunaan pakan buatan masih sedikit.
- Tambak Intensif.
Lokasi di daerah yang khusus untuk tambak dalam wilayah yang luas, ukuran petakan dibuat kecil untuk efisiensi pengelolaan air dan pengawasan udang, padat tebar tinggi, sudah menggunakan kincir, serta program pakan yang baik.

2.3. Benur / BIBIT
href="http://budidayanews.blogspot.com/2011/04/cara-pembibitan-udang-windu.html">Pembibitan

2.4. Pengolahan Lahan
Pengolahan lahan, meliputi :
- Pengangkatan lumpur. Setiap budidaya pasti meninggalkan sisa budidaya yang berupa lumpur organik dari sisa pakan, kotoran udang dan dari udang yang mati. Kotoran tersebut harus dikeluarkan karena bersifat racun yang membahayakan udang. Pengeluaran lumpur dapat dilakukan dengan cara mekanis menggunakan cangkul atau penyedotan dengan pompa air/alkon.
- Pembalikan Tanah. Tanah di dasar tambak perlu dibalik dengan cara dibajak atau dicangkul untuk membebaskan gas-gas beracun (H2S dan Amoniak) yang terikat pada pertikel tanah, untuk menggemburkan tanah dan membunuh bibit panyakit karena terkena sinar matahari/ultra violet.
- Pengapuran. Bertujuan untuk menetralkan keasaman tanah dan membunuh bibit-bibit penyakit. Dilakukan dengan kapur Zeolit dan Dolomit dengan dosis masing-masing 1 ton/ha.
- Pengeringan. Setelah tanah dikapur, biarkan hingga tanah menjadi kering dan pecah-pecah, untuk membunuh bibit penyakit.
- Perlakuan pupuk TON ( Tambak Organik Nusantara ). Untuk mengembalikan kesuburan lahan serta mempercepat pertumbuhan pakan alami/plankton dan menetralkan senyawa beracun, lahan perlu diberi perlakuan TON dengan dosis 5 botol/ha untuk tambak yang masih baik atau masih baru dan 10 botol TON untuk areal tambak yang sudah rusak. Caranya masukkan sejumlah TON ke dalam air, kemudian aduk hingga larut. Siramkan secara merata ke seluruh areal lahan tambak.
2.5. Pemasukan Air
Setelah dibiarkan 3 hari, air dimasukkan ke tambak. Pemasukan air yang pertama setinggi 10-25 cm dan biarkan beberapa hari, untuk memberi kesempatan bibit-bibit plankton tumbuh setelah dipupuk dengan TON. Setelah itu air dimasukkan hingga minimal 80 cm. Perlakuan Saponen bisa dilakukan untuk membunuh ikan yang masuk ke tambak. Untuk menyuburkan plankton sebelum benur ditebar, air dikapur dengan Dolomit atau Zeolit dengan dosis 600 kg/ha.

2.6. Penebaran Benur.
Tebar benur dilakukan setelah air jadi, yaitu setelah plankton tumbuh yang ditandai dengan kecerahan air kurang lebih 30-40 cm. Penebaran benur dilakukan dengan hati-hati, karena benur masih lemah dan mudah stress pada lingkungan yang baru. Tahap penebaran benur adalah :
- Adaptasi suhu. Plastik wadah benur direndam selama 15 30 menit, agar terjadi penyesuaian suhu antara air di kolam dan di dalam plastik.
- Adaptasi udara. Plastik dibuka dan dilipat pada bagian ujungnya. Biarkan terbuka dan terapung selama 15 30 menit agar terjadi pertukaran udara dari udara bebas dengan udara dalam air di plastik.
- Adaptasi kadar garam/salinitas. Dilakukan dengan cara memercikkan air tambak ke dalam plastik selama 10 menit. Tujuannya agar terjadi percampuran air yang berbeda salinitasnya, sehingga benur dapat menyesuaikan dengan salinitas air tambak.
- Pengeluaran benur. Dilakukan dengan memasukkan sebagian ujung plastik ke air tambak. Biarkan benur keluar sendiri ke air tambak. Sisa benur yang tidak keluar sendiri, dapat dimasukkan ke tambak dengan hati-hati/perlahan.

2.7. Pemeliharaan.
Pada awal budidaya, sebaiknya di daerah penebaran benur disekat dengan waring atau hapa, untuk memudahkan pemberian pakan. Sekat tersebut dapat diperluas sesuai dengan perkembangan udang, setelah 1 minggu sekat dapat dibuka. Pada bulan pertama yang diperhatikan kualitas air harus selalu stabil. Penambahan atau pergantian air dilakukan dengan hati-hati karena udang masih rentan terhadap perubahan kondisi air yang drastis. Untuk menjaga kestabilan air, setiap penambahan air baru diberi perlakuan TON dengan dosis 1 - 2 botol TON/ha untuk menumbuhkan dan menyuburkan plankton serta menetralkan bahan-bahan beracun dari luar tambak.
Mulai umur 30 hari dilakukan sampling untuk mengetahui pekembanghan udang melalui pertambahan berat udang. Udang yang normal pada umur 30 hari sudah mencapai size (jumlah udang/kg) 250-300. Untuk selanjutnya sampling dilakukan tiap 7-10 hari sekali. Produksi bahan organik terlarut yang berasa dari kotoran dan sisa pakan sudah cukup tinggi, oleh karena itu sebaiknya air diberi perlakuan kapur Zeolit setiap beberapa hari sekali dengan dosis 400 kg/ha. Pada setiap pergantian atau penambahan air baru tetap diberi perlakuan TON.
Mulai umur 60 hari ke atas, yang harus diperhatikan adalah manajemen kualitas air dan kontrol terhadap kondisi udang. Setiap menunjukkkan kondisi air yang jelek (ditandai dengan warna keruh, kecerahan rendah) secepatnya dilakukan pergantian air dan perlakuan TON 1-2 botol/ha. Jika konsentrasi bahan organik dalam tambak yang semakin tinggi, menyebabkan kualitas air/lingkungan hidup udang juga semakin menurun, akibatnya udang mudah mengalami stres, yang ditandai dengan tidak mau makan, kotor dan diam di sudut-sudut tambak, yang dapat menyebabkan terjadinya kanibalisme.

2.8. Panen.
Udang dipanen disebabkan karena tercapainya bobot panen (panen normal) dan karena terserang penyakit (panen emergency). Panen normal biasanya dilakukan pada umur kurang lebih 120 hari, dengan size normal rata-rata 40 - 50. Sedang panen emergency dilakukan jika udang terserang penyakit yang ganas dalam skala luas (misalnya SEMBV/bintik putih). Karena jika tidak segera dipanen, udang akan habis/mati.
Udang yang dipanen dengan syarat mutu yang baik adalah yang berukuran besar, kulit keras, bersih, licin, bersinar, alat tubuh lengkap, masih hidup dan segar. Penangkapan udang pada saat panen dapat dilakukan dengan jala tebar atau jala tarik dan diambil dengan tangan. Saat panen yang baik yaitu malam atau dini hari, agar udang tidak terkena panas sinar matahari sehingga udang yang sudah mati tidak cepat menjadi merah/rusak.

III. Pakan Udang.
Pakan udang ada dua macam, yaitu pakan alami yang terdiri dari plankton, siput-siput kecil, cacing kecil, anak serangga dan detritus (sisa hewan dan tumbuhan yang membusuk). Pakan yang lain adalah pakan buatan berupa pelet. Pada budidaya yang semi intensif apalagi intensif, pakan buatan sangat diperlukan. Karena dengan padat penebaran yang tinggi, pakan alami yang ada tidak akan cukup yang mengakibatkan pertumbuhan udang terhambat dan akan timbul sifat kanibalisme udang.
Pelet udang dibedakan dengan penomoran yang berbeda sesuai dengan pertumbuhan udang yang normal.
a. Umur 1-10 hari pakan 01
b. Umur 11-15 hari campuran 01 dengan 02
c. Umur 16-30 hari pakan 02
d. Umur 30-35 campuran 02 dengan 03
e. Umur 36-50 hari pakan 03
f. Umur 51-55 campuran 03 dengan 04 atau 04S
(jika memakai 04S, diberikan hingga umur 70 hari).
g. Umur 55 hingga panen pakan 04, jika pada umur 85 hari size rata-rata mencapai 50, digunakan pakan 05 hingga panen.
Kebutuhan pakan awal untuk setiap 100.000 ekor adalah 1 kg, selanjutnya tiap 7 hari sekali ditambah 1 kg hingga umur 30 hari. Mulai umur tersebut dilakukan cek ancho dengan jumlah pakan di ancho 10% dari pakan yang diberikan. Waktu angkat ancho untuk size 1000-166 adalah 3 jam, size 166-66 adalah 2,5 jam, size 66-40 adalah 2,5 jam dan kurang dari 40 adalah 1,5 jam dari pemberian.
Untuk meningkatkan pertumbuhan udang, perlu penambahan nutrisi lengkap dalam pakan. Untuk itu, pakan harus dicampur dengan POC NASA yang mengandung mineral-mineral penting, protein, lemak dan vitamin dengan dosis 5 cc/kg pakan untuk umur dibwah 60 hari dan setelah itu 10 cc/kg pakan hingga panen.






Minggu, 15 November 2015

ENBEPE MENGATASI INSOMANIA

Posted by Handri Arfian On 11.19

Bagaimana cara mengatasi insomnia ?

Insomnia adalah suatu gejala kelainan dalam tidur, baik usaha untuk tidur maupun mempertahankan waktu tidur walau ada kesempatan untuk itu. Gejala insomnia tersebut biasanya juga diikuti dengan gangguan fungsional pada diri seseorang pada saat bangun. Bagaimana cara mengatasi insomnia? Adakah obat insomnia?

Banyak gejala penyakit insomnia walaupun insomnia sendiri sesungguhnya bulanlah penyakit. Insomnia justru sering disebabkan oleh adanya suatu penyakit tertentu maupun akibat adanya masalah psikologis pada diri seseorang. Untuk mengatasi insomnia ini tentu saja diperlukan bantuan secara medis dan psikologis. Salah satu terapi psikologis yang efektif menangani insomnia adalah berupa terapi kognitif. Terapi tersebut adalah seseorang disarankan untuk memperbaiki kebiasaan tidur dan menghilangkan asumsi yang kontraproduktif mengenai tidur.

Mengandalkan obat-obatan yang sifatnya penenang tentu sangat tidak menguntungkan. Terlalu banyak efek samping yang akan muncul di kemudian hari apabila tergantung jenis-jenis obat tidur. Semua jenis obat sedatif mempunyai efek ketergantungan yang bisa sangat merusak syaraf dan juga ketergantungan secara psikologis pada penderita insomnia, di mana nantinya mereka akan beranggapan bahwa untuk bisa tidur mereka harus mengonsumsi obat tersebt.

Penyebab Insomnia
Insomnia bukanlah suatu penyakit. Melainkan suatu gejala yang memiliki berbagai penyebab dari si penderitanya, seperti kelainan emosional, kelainan fisik dan pemakaian obat-obatan dalam jangka waktu yang cukup panjang.

Kesulitan tidur bisa saja diderita oleh semua orang, baik pria maupun wanita. Juga tidak ada batasan usia, baik muda hingga tua. Dan biasanya efek insomnia ini akan berlanjut pada gangguan emosional yang muncul, seperti kecemasan, perasaan gelisah, tertekan dan ketakutan yang bisa jadi tidak beralasan.

Faktor bertambahnya usia juga mempengaruhi pola dan kebiasaan tidur seseorang. Perubahan waktu tidur seseorang dengan durasi semakin pendek misalnya, sesungguhnya adalah normal. Akan tetapi sering membuat orang tua berpikir mereka kurang tidur.

Kebiasaan terbangun pada dini hari juga lebih sering ditemukan pada usia lanjut. Beberapa orang awalnya tertidur secara normal tetapi terbangun beberapa jam kemudian dan mengalami kesulitan untuk tidur kembali. Terbangun pada dini hari pada usia berapapun bisa jadi merupakan pertanda depresi.

Faktor Penyebab Insomnia :
Jet lag (terutama jika bepergian dari timur ke barat).
Bekerja pada malam hari.
Sering berubah-ubah jam kerja.
Penggunaan alkohol yang berlebihan.
Efek samping obat (kadang-kadang).
Kerusakan pada otak (karena ensefalitis, stroke, penyakit Alzheimer).
Gejala Insomnia
Pada Insomnia psiko-fisiologis, pasien mungkin mengeluhkan perasaan cemas, tegang, khawatir, atau mengingat masalah-masalah di masa lalu atau di masa depan. Pada insomnia akut gejala akan terasa lebih ekstrim hampir menyerupai perasaan depresi dan ketakutan yang amat sangat. Bisa jadi ada pemicu seperti, seperti kematian atau penyakit yang menyerang orang yang dicintai. Hal ini dapat dikaitkan dengan timbulnya insomnia.

Pengobatan Insomnia
Penderita insomnia hendaknya tetap tenang dan santai beberapa jam sebelum waktu tidur tiba dan menciptakan suasana yang nyaman di kamar tidur. Cahaya yang redup dan suasana yang tenang akan terasa membantu. Dan apabila penyebabnya adalah faktor depresi bisa meminta bantuan medis untuk memberikan obat anti depresi dengan takaran atau dosis tertentu dan tidak digunakan dalam jangka panjang.



Cara menghilangkan insomnia yang lain bisa dengan mengonsumsi suplemen herbal khusus untuk otak, yaitu ENBEPE (Natural Brain Power). ENBEPE adalah ekstrak dri rempah-rempah alami yang diformulasikan khusus untuk menjaga kesehatan, mengoptimalkan, dan memperbaiki fungsi otak. Sel otak manusia memiliki grafik pertumbuhan sempurna pada usia 2 tahun. Pada usia 30 tahun sel otak manusia mengalami kerusakan alami minimal 18 juta sel/tahun serta tidak bisa melakukan regenerasi yang mengakibatkan kehilangan sebagian ingatan, penurunan kecerdasan, dan gejala lain yang terkait dengan fungsi kerja otak.

ENBEPE sangat bermanfaat pada penderita perkembangan kecerdasan terlambat, pikun,
gangguan kejiwaan, stroke, anak autis, skizofrenia, insomnia, epilepsi dan membantu meningkatkan kecerdasan serta fungsi lain yang berkaitan dengan syaraf dan otak.

Terapi yang dilakukan dengan menggunakan ENBEPE pada penderita skizofrenia, anak autis, serangan virus CMV, epilepsi, kepikunan, insomnia dan stroke juga menunjukkan hasil yang positif. Kandungan Asam Brahmic, phosphatidyl choline, phospatidylinositol, vitamin, mineral dan zat gizi lain yang terkandung dalam ENBEPE sangat membantu proses penyembuhan penyakit-penyakit tersebut.

Pemesanan Produk Kesehatan Herbal Natural Nusantara (NASA) :
Hubungi segera HERBALINDOLIVE – Distributor Resmi PT Natural Nusantara


  • Bibit jambu krystal
  • Inilah jambu kristal, jambu biji yang hampir tanpa biji. 



Berasal dari Taiwan yang banyak digemari karena rasanya yang segar dan nikmat, biji yang sangat minim dan daging yang sangat tebal.
Jambu yang banyak vitaminnya ini diperkirakan tak lama lagi akan menjadi populer dan menjadi primadona menggantikan dominasi Jambu bangkok yang saat ini dikenal luas. Ini dia alasannya:
  • Unggul dalam Cita Rasa. Rasanya yang segar, manis, kres, berdaging tebal dan hampir tanpa biji merupakan keunggulan yang tidak didapat pada jambu biji jenis manapun.
  • Mudah Dibudidayakan. Dalam waktu sekitar 8 bulan jambu kristal bisa berbuah, dan buahnya bisa mencapai berat 0,9 kg. Selain di perkebunan, bisa juga dibudidayakan dalam pot (tabulampot), sehingga cocok untuk bisnis rumahan atau hanya sekadar hobi.
  • Frekuensi Panen yang Tinggi. Jika telah cukup umur jambu kristal bisa panen 3 sd 4 kali dalam setahun.
  • Peluang Wirausaha. Baik untuk buah maupun pembibitan. Harga jual jambu ini di tingkat petani sekitar Rp 15.000/kg, sedang di supermarket Rp 25.000-Rp 45.000/kg. Harga ini lebih tinggi dibanding dengan harga jambu biji jenis lainnya.
  • Permintaan Tinggi dan Terus Meningkat. Karena relatif baru, belum banyak budi daya yang dilakukan terhadap jambu Kristal saat ini, sehingga pasokan jauh lebih sedikit dibandingkan permintaan. Bahkan setiap kali panen kami selalu kehabisan stok buah. Seiring makin populernya keunggulan jambu kristal di masyarakat maka permintaan pun akan terus meningkat.
INILAH SAAT YANG TEPAT BAGI ANDA UNTUK MULAI MEMBUDIDAYAKAN JAMBU KRISTAL
  WARNING!!
Hati-hati dengan harga murah, menyesal kemudian tidak berguna Mungkin ada yang menjual di bawah harga kami. Namun beberapa orang mengeluh karena jambu yang mereka tanam mati, tak kunjung berbuah, bahkan ternyata dicampur dengan jambu biasa. Akhirnya mereka membeli bibit kami dan menyatakan puas dengan hasilnya.

  • Pencangkokan hanya dilakukan pada pohon asal yang sehat (bebas penyakit), telah terbukti berbuah (tidak mandul dan cepat berbuah kembali) dan cukup umur.
  • Masa pencangkokan cukup umur, dengan metode yang teruji sehingga akar pada bibit cukup kuat dan siap tanam.
  • GARANSI UANG KEMBALI JIKA DALAM SEMINGGU BIBIT MATI sepanjang mengikuti saran-saran kami dalam hal metode penanaman, media dan pemeliharaan.

KONSULTASI GRATIS!! 
Kami memberikan konsultasi gratis bagi pembeli melalui email. Bahkan Untuk pembelian di atas 500 pohon, kami sediakan pelatihan gratis di kebun kami atau di tempat Anda dengan biaya akomodasi ditanggung pembeli.

STOK TERBATAS!!
Untuk menjaga kualitas, kami hanya melakukan pencangkokan terbatas terhadap pohon yang cukup umur sehingga stok kami belum banyak saat ini (sekitar 3000 pohon saja per 4 bulan).
Tunggu apa lagi silakan hubungi sales kami dan lakukan pemesanan sekarang juga. Jangan sampai kehabisan karena Anda harus tunggu 4 bulan lagi untuk periode pencangkokan selanjutnya.


SEGERA HUBUNGIN DISTRIBUTOR KAMI.
Bpk Handri Arfian, SE / 
WA 0823-0460-3288 . SMS 0821-6767-4774
PIN BB: 555DC295


Sabtu, 14 November 2015

KERUSAKAN. Situasi kerusakan di luar tempat konser di Bataclan, Paris, 13 November 2015. Foto oleh Christophe Petit Tesson/EPA
Saksi mengira bahwa suara tembakan tersebut adalah kembang api

PARIS, Perancis (UPDATED) —Sejumlah 129 orang dilaporkan tewas dalam insiden penyerangan di gedung pusat kesenian Bataclan, Jumat 13 November. Lainnya menderita luka serius.

Bagaimana kronologinya?

Insiden itu bermula dari penyanderaan pada pukul 23:35 waktu setempat di gedung pusat seni Bataclan, sebelah timur Paris. Menurut laporan, seorang pria menembaki penonton konser rock band Eagles of Death Metal satu per satu. Seorang saksi mengatakan, seorang penembak berteriak "Allahu akbar" kemudian melepaskan tembakan di keramaian penonton. (FOTO: Serangan 13 November di Paris)

Kemudian polisi datang ke lokasi. Paris langsung mengirimkan setidaknya 1.500 tentara setelah serangan di Bataclan yang hanya berjarak sekitar 200 meter dari bekas kantor Charlie Hebdo, yang pernah menjadi target teroris. (SAKSIKAN; Serangan teroris di Paris)
Selain penembakan di Bataclan, juga terjadi tiga ledakan dekat Stadion Nasional Stade de France, di mana Perancis sedang bertanding bola dengan Jerman dan disaksikan langsung oleh Presiden Francois Hollande. Akibat ledakan ini, lima orang tewas dan Hollande yang sedang berada di stadion langsung diungsikan. Dari tiga ledakan tersebut, menurut sumber, satu ledakan adalah bom bunuh diri. (Dubes: Belum ada laporan WNI jadi korban di Paris)

Selain tempat konser dan stadion, sebuah restoran Kamboja juga diserang, beberapa orang dilaporkan tewas.
Presiden Hollande geram

Melihat serangan dan ledakan yang sporadis di tiga tempat ini, Hollande langsung angkat bicara. (KBRI imbau WNI di Paris tetap waspada)

"Teroris menyerang secara tidak terduga di sepanjang kota Paris," katanya dengan nada emosional. "Ini horor."

Hollande kemudian mendeklarasikan bahwa negara dalam keadaan darurat, ia juga membatalkan kunjungannya di pertemuan G20 yang akan berlangsung di Turki akhir pekan ini. (Selebriti, politisi Indonesia ikut berduka untuk korban serangan teroris di Paris)
Kesaksian warga
DIEVAKUASI. Korban terluka dieakuasi keluar area penyanderaan di Bataclan, Paris. Foto oleh Yoan Valat/EPA

Julien Pierce, seorang warga yang sedang berada di area konser Bataclan mengatakan bahwa ia melihat mayat-mayat bergelimpangan.

"Saya melihat sekitar 20-25 tubuh bergeletakan di lantai, orang-orang terluka parah, luka tembak," katanya pada Radio 1 Europe.

"Beberapa dari mereka sudah meninggal, beberapa lainnya dalam keadaan berdarah-darah. Penuh darah."
Dikira kembang api

Sementara itu Pierre Montfort, seorang warga yang tinggal di dekat restoran Kamboja mengatakan bahwa ledakan itu mirip kembang api.

"Kami mendengar suara tembakan, sekitar 30 menit, tanpa jeda, kami pikir itu kembang api," katanya.

"Semua orang tiarap di lantai, dan tak ada yang bergerak," tambah seorang saksi lainnya.

"Seorang gadis dibawa oleh seorang pemuda. Dia sekarat."
Pemimpin dunia berduka

Konselor Jerman Angela Merkel dan Presidium Uni Eropa Jean-Claude Juncker mengatakan mereka sangat terkejut dengan serangan ini.

Perancis sebelumnya sudah menetapkan status waspada setelah serangan Chalie Hebdo pada Januari dan supermarket orang Yahudi yang menewaskan 17 orang.
Keamanan sebenarnya sudah diperketat di Paris sejak 30 November, dengan pengecekan di perbatasan sejak Jumat kemarin, mengingat sejumlah pertemuan penting seperti perubahan iklim tingkat dunia diselenggarakan di sana.

Presiden Joko "Jokowi" Widodo bahkan direncanakan untuk hadir di acara tersebut.

ACT OF WAR.' French President Francois Hollande blames the Islamic State for the multiple attacks in Paris on Friday, November 13, which killed at leat 128 people and injured 180 other. File photo by Yoan Valat/EPA
Siapa bertanggung jawab atas serangan ini?

'ACT OF WAR.' French President Francois Hollande blames the Islamic State for the multiple attacks in Paris on Friday, November 13, which killed at leat 128 people and injured 180 other. File photo by Yoan Valat/EPA

Belum ada pihak yang secara resmi dinyatakan bertanggung jawab atas serangan ini. Tapi Presiden Hollande pada Sabtu, 14 November menyalahkan Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) atas insiden berdarah ini.

"Sebuah aksi perang oleh teroris, ISIS, untuk melawan Prancis, melawan kami sebagai negara yang bebas," ujar Hollande.

Alih-alih membantah, ISIS mengamini pernyataan Hollande. Secara online, organisasi ini mengatakan pihaknya bertanggung jawab atas serangan yang membunuh ratusan orang tak berdosa tersebut.

"Delapan kawan mengenakan sabuk dilengkapi bahan peledak dan senapan dalam serangan yang diberkati di Prancis," klaim ISIS.

Jumat, 16 Oktober 2015

MAU HEMAT TAPI BERKUALITAS ?

Posted by Handri Arfian On 11.21
MAU HEMAT DAN GAK PUSING- 1 LT POC NASA = 1 TON pupuk kandang
POC NASA : Nutrisi Organik Multiguna Berkualitas
Pertanian - Peternakan - Perikanan

Pelengkap / Pengganti Pupuk Kandang, 1 liter POC NASA = 1 ton pupuk kandang
Levelling off (tingkat produksi yang sulit naik lagi) bahkan penurunan produksi pertanian di Indonesia di antaranya disebabkan oleh pengerasan lahan (kerusakan tanah), penggunaan pupuk kimia yang tidak terkendali dan bijaksana, kekurangan unsur mikro, kekurangan Zat Pengatur Tumbuh (ZPT) serta serangan hania dan penyakit tanaman. Kondisi yang demikian akan menghambat pertanian yang produktif (bobot panen tinggi), berkualitas (mutu panen: rasa, aroma, warna, ketahanan penyimpanan, kandungan kimia) dan lestari, berkelanjutan (lingkungan tidak rusak). Berpijak semua hal tersebut maka Pupuk Organik Cair "POC NASA" diproduksi.
POC NASA merupakan bahan organik murni berbentuk cair dari limbah ternak dan unggas, limbah alam dan tanaman, beberapa jenis tanaman tertentu serta "bumbu-bumbu / zat-zat alami tertentu" yang diproses secara alamiah dengan konsep "ZERO EMISION CONCEPT".
POC NASA berfungsi Multiguna yaitu selain terutama dipergunakan untuk semua jenis tanaman pangan (padi, palawija, dll), horti (sayuran, buah, bunga) dan tahunan (coklat, kelapa sawit, karet, dll) juga untuk ternak/unggas dan ikan/udang. Kandungan unsur hara mikro dalam 1 It POC NASA mempunyai fungsi setara dengan kandungan unsur hara mikro 1 ton pupuk kandang. Kandungan Humat dan Fulvat yang dimiliki POC NASA ber-angsur-angsur akan memperbaiki konsistensi (kegemburan) tanah yang keras serta melarutkan SP-36 dengan cepat. Kandungan Hormon/Zat Pengatur Tumbuh (Auxin, Giberelin dan Sitokinin) akan mempercepat perkecambahan biji, pertumbuhan akar, perbanyakan umbi, fase vegetatif/pertumbuhan tanaman serta memperbanyak dan mengurangi kerontokan bunga dan buah. Aroma khas POC NASA akan mengurangi serangan hama (insect). POC NASA akan memacu perbanyakan pembentukan senyawa polyfenol untuk meningkatkan daya tahan tanaman terhadap serangan penyakit. Jika serangan hama penyakit melebihi ambang batas pestisida tetap digunakan secara bijaksana (POC NASA hanya mengurangi serangan hama penyakit bukan untuk menghilangkan sama sekali).
POC NASA mempercepat dan memperbanyak pertumbuhan plankton sebagai pakan alami ikan/udang dan menetralkan/mengikat senyawa berbahaya dalam perairan kolam/tambak. Pencampuran dengan pakan ikan/udang akan memperkaya kandungan mineral, protein, lemak nabati dan vitamin yang dibutuhkan ikan/udang.
POC NASA juga memberikan mineral-mineral, protein, lemak nabati dan vitamin untuk meningkat bobot ternak/unggas, menambah nafsu makan ternak/unggas dan menurunkan tingkat kematian. POC NASA berperan juga untuk membantu menurunkan kadar kolesterol dalam daging unggas serta mengurangi kadar amoniak pada kotoran unggas sehingga akan mengurangi bau tak sedap dari kotoran unggas.
Catatan : walaupun POC NASA sudah mengandung hormon namun untuk hasil yang lebih optimal sangat bagus Jika dipadukan dengan HORMONIK.

Senin, 18 Mei 2015

CARA PEMBIBITAN SAWIT DENGAN PUPUK NASA

Posted by Handri Arfian On 21.06


Minggu, 10 Mei 2015

HORMON TUMBUHAN ATAU ZPT (ZAT PENGATUR TUMBUH)

Posted by Handri Arfian On 17.45

HORMON TUMBUHAN

Hormon tumbuhan atau dikenal juga dengan istilah ZPT merupakan faktor pendukung yang dapat memberikan kontribusi besar dalam keberhasilan usaha budidaya pertanian. Namun perlu diingat  bahwa penggunaan hormon ini harus :
  • Dilakukan dengan sanagat tepat.
  • Pemahaman mengenai fungsi dan peran hormon terhadap laju pertumbuhan maupun perkembangan tanaman sangat penting.
Pada artikel ini akan kami uraikan mengenai ZPT (Zat Pengatur Tumbuh) dengan harapan bisa memberikan kontribusi dalam usaha agribisnis pertanian.

APA ITU HORMON TUMBUHAN

Hormon yang sering disebut juga fitohormon merupakan sekumpulan senyawa organik, baik yang terbentuk secara alami maupun buatan.
  • ZPT dalam kadar sangat kecil mampu menimbulkan suatu reaksi atau tanggapan baik secara biokimia, fisiologis maupun morfologis, yang berfungsi untuk mempengaruhi pertumbuhan, perkembangan, maupun pergerakan taksis tanaman atau tumbuhan baik dengan mendorong, menghambat, atau mengubahnya.
  • "Kadar kecil" yang dimaksud berada pada kisaran satu milimol per liter sampai satu mikromol per liter.
  • ZPT berbeda dengan unsur hara atau nutrisi tanaman, baik dari segi fungsi, bentuk, maupun senyawa penyusunnya.
Secara ilmiah, penggunaan istilah HORMON TUMBUHAN sebenarnya mengadopsi analogi fungsi hormon pada binatang. Dilihat dari cara produksinya, hormon pada tumbuhan berbeda dengan hormon pada binatang yang dihasilkan dari jaringan spesifik berupa kelenjar endokrin, tetapi ZPT ini dihasilkan oleh suatu jaringan nonspesifik, biasanya dari jaringan merismatik, yang dapat diproduksi jika mendapatkan rangsangan.

Penyebaraan hormon pada seluruh jaringan tumbuhan bisa terjadi dengan sangat mudah, karena penyebarannya bisa melalui ruang antarsel atau disebut dengan sitoplasma, sehingga dalam penyebarannya tersebut, Zat Pengatur Tumbuh (ZPT) tidak harus melalui sistem pembuluh pengangkut.

Secara individu, tumbuhan akan memproduksi sendiri hormon setelah mengalami rangsangan. Proses produksi hormon dilakukan secara endogen oleh tumbuhan. Rangsangan yang dapat mempengaruhi produksi hormon misalnya :
  • Lingkungan.

    • Lingkungan merupakan faktor penting yang dapat memicu tumbuhan untuk memproduksi hormon. Setelah menghasilkan hormon hingga pada ambang konsentrasi tertentu, maka sejumlah gen yang semula tidak aktif akan mulai menunjukkan reaksi sehingga akan menimbulkan perubahan fisiologis pada tumbuhan. Dengan demikian, tumbuhan akan mulai menunjukkan ekpresi atas pengaruh suatu rangsangan yang telah memicu produksi hormon tersebut. Dari sudut pandang evolusi tumbuhan, hormon tumbuhan merupakan suatu mekanisme pertahanan diri terhadap pengaruh-pengaruh yang diterimanya sehingga dapat terus mempertahankan kelangsungan hidup jenisnya.

  • Hormon yang diterimanya dari luar.

    • Pemberian ZPT dari luar sistem individu disebut juga dengan hormon eksogen, yaitu dengan memberikan bahan kimia sintetik yang dapat berfungsi dan berperan seperti halnya hormon endogen, sehingga mampu menimbulkan rangsangan dan pengaruh pada tumbuhan seperti layaknya fitohormon alami.
Disisi lain zat pengatur tumbuh dapat berfungsi sebagai prekursor, yaitu senyawa yang dapat mendahului laju senyawa lain dalam proses metabolisme, dan merupakan bagian dari proses genetik tumbuhan itu sendiri. Oleh karena itu, untuk membedakan pengertian hormon pada tumbuhan dengan hormon pada binatang, maka dalam dunia pertanian dipakai istilah Zat Pengatur Tumbuh tumbuhan atau ZPT atau dalam bahasa Inggris disebut plant growth regulator/substances.

Seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, serta kepentingan intensifikasi dalam budidaya di sektor pertanian, maka ZPT banyak digunakan terutama untuk meningkatkan kualitas serta kuantitas hasil produksi.

hormon tumbuhan zpt zat pengatur rumbuh
Add caption

JENIS HORMON TUMBUHAN

Beberapa fungsi Hormon yang bisa diterapkan dalam dunia pertanian diantaranya ialah:

1. AUKSIN

Hormon Auksin banyak ditemukan pada akar, ujung batang, dan bunga. Fungsi hormon auksin dalam petumbuhan tanaman adalah sebagai pengatur pembesaran sel dan memicu pemanjangan sel di daerah belakang ujung meristem. Auksin berperan penting dalam pertumbuhan, sehingga dapat digunakan untuk memacu kecepatan pertumbuhan tanaman pada budidaya yang dilakukan secara intensif.

Dengan fungsi dan peran penting hormon auksin tersebut, maka dalam dunia pertanian sering digunakan seperti dalam membantu proses pertumbuhan (baik pertumbuhan akar maupun pertumbuhan batang), untuk memecah masa dormansi sehingga dapat mempercepat perkecambahan pada biji, membantu proses pembelahan sel sehingga dapat digunakan untuk mempercepat pembesaran jaringan tumbuhan, mempercepat pemasakan buah, serta untuk mengurangi jumlah biji dalam buah. Hormon auksin akan bekerja secara sinergis dengan dua hormon lain, yaitu sitokinin dan giberelin.

Tumbuhan yang mengalami etiolase atau kekurangan cahaya matahari dan hanya pada salah satu sisinya saja yang mendapat sinar mata hari, maka pertumbuhan sisi yang terkena sinar matahari akan lebih lambat dibanding dengan sisi yang tidak terkena sinar matahari. Hal ini disebabkan kerja hormon auksin terhambat oleh cahaya matahari. Sementara pada sisi tumbuhan yang tidak terkena sinar matahari biasanya akan tumbuh lebih cepat dan lebih panjang, karena hormon ini bekerja dengan optimal dan tidak terhambat oleh pengaruh cahaya matahari. Produksi hormon auksin yang berlebihan tersebut akan cenderung mengarahkan pertumbuhan pada ujung tumbuhan yang tidak terkena matahari menuju ke arah cahaya atau disebut proses fototropisme, sehingga produksi hormon ini dapat dikendalikan oleh individu tumbuhan tersebut.

Dengan pemahaman tersebut, maka dapat dibuat analogi secara sederhana mengenai tumbuhan yang kelebihan hormon auksin. Jika suatu tumbuhan ditempatkan di tempat yang kekurangan sinar matahari, maka pertumbuhannya akan lebih cepat dibanding dengan di tempat terbuka. Bekerjanya hormon auksin pada tumbuhan yang tumbuh dengan kekurangan sinar matahari mengakibatkan pertumbuahan batang yang lebih besar dan panjang dengan warna daun agak kekuningan, dan struktur batang tampak lebih lemah atau lemas. Sedangkan tumbuhan di tempat terbuka, produksi hormon auksin terhambat oleh sinar matahari sehingga pertumbuhannya sedikit terhambat, tetapi memiliki struktur batang yang kokoh dan warna hijau daun yang lebih gelap.

Secara umum, sistem kerja hormon auksin adalah menginisiasi pemanjangan dan pembesaran sel serta memacu protein tertentu yg ada di membran plasma sel untuk memompa ion H+ ke dinding sel. Ion H+ mengaktifkan enzim tertentu sehingga memutuskan beberapa ikatan silang hidrogen dengan rantai molekul selulosa penyusun dinding sel. Sel tumbuhan kemudian memanjang akibat air yang masuk secara osmosis melalui dinding sel. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa auksin merupakan salah satu zat pengatur tumbuh yang banyak mempengaruhi proses fisiologi, seperti pertumbuhan, pembelahan dan diferensiasi sel serta sintesa protein.

Menurut Gardner, dkk., 1991, tumbuhan memproduksi hormon auksin dalam jaringan meristem aktif, yaitu jaringan tumbuhan yang memiliki sel aktif yang dapat membelah dengan cepat. Jaringan meristem pada tumbuhan, misalnya tunas di ketiak daun, pucuk tanaman, daun muda, dan buah. Setelah diproduksi dalam jaringan tersebut, auksin akan menyebar ke seluruh bagian tumbuhan dengan arah penyebaran dari bagian atas tumbuhan ke bagian bawah hingga mencapai titik tumbuh akar. Penyebaran auksin tersebut melalui jaringan pembuluh tapis (floem) atau jaringan parenkhim. Auksin merupakan hormon yang juga dikenal dengan istilah Indole Acetic Acid (IAA), atau asam indolasetat, sebagai auksin utama pada tanaman, yang mengalami proses biosintesis dari asam amino prekursor triptopan, dengan hasil perantara sejumlah substansi yang secara alami mirip auxin (analog) tetapi mempunyai aktifitas lebih kecil dari IAA seperti IAN (Indolaseto nitril), TpyA (Asam Indolpiruvat) dan IAAld (Indolasetatdehid). Proses biosintesis auxin dibantu oleh enzim IAA-oksidase.

IAA atau C10H9O2N, sebagai rumus kimia auksin, merupakan hasil isolasi yang dilakukan pada tahun 1928, dengan menggunakan tepung sari bunga yang tidak aktif. Dengan ditemukannya IAA, maka untuk perkembangan selanjutnya seiring dengan kemajuan dan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, dapat diciptakan auksin sintesis, seperti Amiben atau Kloramben (Asam3-amino2, 5–diklorobenzoat), Hidrazil atau 2,4-D (asam-Nattalenasetat), Bonvel Da2, 4-Diklorofenolsiasetat), Pikloram/Tordon (asam4–amino–3,5,6–trikloro–pikonat), dan NAA (asam (asam 3,6-Dikloro-O-anisat/dikambo).

Fungsi auksin dalam pertumbuhan tanaman

  • Pemberian auksin pada biji atau benih akan memecah dormansi dan akan merangsang proses perkecambahan biji. Perendaman biji/benih dengan auksin juga dapat meningkatkan kuantitas hasil panen.
  • Memacu proses terbentuknya akar serta pertumbuhan akar dengan lebih baik.
  • Auksin akan merangsang dan mempertinggi prosentase timbulnya bunga dan buah.
  • Merangsang terjadinya proses Partenokarpi. Partenokarpi adalah suatu kondisi dimana tumbuhan mampu membentuk buah tanpa proses fertilisasi atau penyerbukan, sehingga dengan pemberian hormon auksin dapat menghasilkan buah tanpa biji.
  • Mengurangi gugurnya buah sebelum waktunya.
  • Memecah dormansi pucuk/apikal, yaitu suatu kondisi dimana pucuk tumbuhan atau akar tidak mau berkembang.

2. SITOKININ

Hormon sitokinin berperan penting dalam merangsang pembelahan sel tumbuhan. Sitokonin berasal dari kata cytokinin yang berarti terkait dengan pembelahan sel. Senyawa dari hormon sitokinin yang pertama kali ditemukan adalah kinetin. Pada awalnya, kinetin diperoleh dari ekstrak sperma burung bangkai, namun kemudian diketahui bahwa kinetin juga bisa ditemukan pada manusia dan tumbuhan. Selain kinetin, senyawa lain yang dapat berfungsi sebagai hormon sitokinin adalah zeatin. Zeatin bisa diperoleh dari ekstrak biji jagung yang masih muda. Kemudian pada perkembangan berikutnya, zeatin juga diketahui sebagai komponen aktif utama pada air kelapa. Dengan demikian, air kelapa juga memiliki kemampuan untuk merangsang pembelahan sel. Sitokinin alami lain misalnya adalah 2iP. Sitokinin alami merupakan turunan dari purin. Sitokinin sintetik kebanyakan dibuat dari turunan purin pula, seperti N6-benziladenin (N6-BA) dan 6-benzilamino-9-(2-tetrahidropiranil-9H-purin) (PBA).

Fungsi sitokinin bagi pertumbuhan tanaman

  • Memacu pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan dengan merangsang proses pembelahan dan pembesaran sel.
  • Merangsang perkecambahan dengan memecah fase dormansi pada biji, sehingga pertumbuhan bibit dapat berlangsung dengan cepat.
  • Memacu pertumbuhan tunas-tunas baru.
  • Hormon sitokinin dapat menunda penuaan pada hasil panen, sehingga daya tahan hasil panen lebih lama.
  • Menaikkan tingkat mobilitas unsur-unsur dalam tumbuhan.
  • Sintesis pembentukan protein akan meningkat dengan pemberian hormon sitokinin.

3. GIBERELIN

Jenis hormon yang mempunyai kemiripan sifat dengan auksin ini merupakan zat pengatur tumbuh yang dapat ditemukan pada hampir semua siklus hidup tumbuhan. Giberelin sering disebut dengan GA (gibberellic acid) atau asam giberelat.

Dalam tumbuhan, melalui xilem dan floem hormon giberelin (GA) ditransportasikan ke seluruh bagian tumbuhan. Giberelin banyak dijumpai pada tumbuhan paku, jamur, lumur, gymnospermae, dan angiospermae (terdapat pada biji muda, pucuk batang, ujung akar, dan daun muda).

Zat pengatur tumbuh ini dapat ditemukan dalam dua fase utama yaitu giberelin aktif (GA Bioaktif) dan giberelin nonaktif. GA bioaktif inilah yang mengontrol pertumbuhan dan perkembangan seluruh tumbuhan baik akar, daun maupun batang tanaman, seperti pengembangan benih, perkecambahan biji, pertumbuhan tunas, pertumbuhan daun, merangsang pembungaan, perkembangan buah, perpanjangan batang, serta deferensiasi akar.

Pemberian giberelin di bawah tajuk tumbuhan dapat meningkatkan laju fotosintesis. Daun tumbuhan berkembang secara signifikan karena hormon ini memacu pertumbuhan daun, terjadi peningkatan pembelahan sel dan pertumbuhan sel yang mengarah pada perkembangan daun. Selain itu juga memacu pemanjangan batang tumbuhan.

4. ETILENA/ETENA/GAS ETILEN

Zat pengatur tumbuh (ZPT) ini adalah satu-satunya hormon yang hanya terdiri dari satu substansi saja, yaitu etena. Etena atau etilena ini merupakan senyawa alkena yang paling sederhana karena hanya terdiri dari 2 atom karbon, dan 4 atom hidrogen. Unsur-unsur ini terhubung oleh ikatan rangkap. Adanya ikatan rangkap penghubung inilah etena juga disebut sebagai olefin (hidrokarbon tak jenuh). Pada tumbuhan, senyawa etilen dijumpai dalam bentuk gas sehingga disebut juga sebagai gas etilen. Pada buah, proses pembusukan mengeluarkan gas ini, karena gas etilen dihasilkan oleh tumbuhan untuk melakukan proses senesens. Proses senesens merupakan proses penuaan yang irreversible (tidak dapat kembali), akhirnya menuju pembusukan. Selain etilen berperan dalam pematangan buah, gas etilen juga berperan dalam pengguguran daun.

Dalam pertumbuhan, etilen mempunyai banyak fungsi, yaitu membantu pemasakan buah, memacu pembungaan, merangsang pemekaran bunga, merangsang pertumbuhan akar dan batang tumbuhan, merangsang absisi (pengguguran) buah dan daun, memacu perkecambahan biji, menghambat pemanjangan batang kecambah, memperkokoh pertumbuhan batang tumbuhan, serta mengakhiri masa dormansi.
Bersama-sama dengan giberelin, etilen berfungsi dalam mengatur perbandingan bunga jantan dan betina pada tumbuhan berumah satu.

Sebetulnya para petani sudah sering memanfaatkan etena dalam kehidupan sehari-hari, seperti pada saat melakukan pemeraman buah.
Bahkan dalam beberapa masalah mereka juga menggunakan etilen sintetik seperti ethephon (asam 2-kloroetil-fosfonat) dengan merk dagang Ethrel untuk membantu pemasakan cabe, beta-hidroksil-etilhidrazina (BOH) untuk memacu pembentukan bunga pada tanaman nanas, maupun pengarbitan buah untuk mempercepat proses pemasakan.

5. TRIAKONTANOL

Triakontanol (TRIA) merupakan senyawa yang tidak larut dalam air, terdiri dari 30 karbon dan merupakan alkohol primer jenuh.
ZPT ini berpotensi meningkatkan hasil tanaman, meskipun mekanisme kerjanya belum sepenuhnya diketahui. Pada berbagai penelitian, triakontanol berfungsi meningkatkan rasio gula asam pada budidaya jeruk, serta mampu meningkatkan produksi teh.
Penyemprotan hormon triakontanol dengan konsentrasi rendah pada daun kecambah seperti pada tanaman jagung, tomat, padi menunjukkan peningkatan pertumbuhan.

6. INHIBITOR

Inhibitor merupakan salah satu jenis zpt yang menghambat atau menurunkan laju reaksi kimia, tersebar di setiap organ tumbuhan, dan menghambat pertumbuhan batang. Pada fase dormansi inhibitor bekerja dengan baik. Hormon jenis ini juga ditemukan pada fase pertumbuhan pucuk tumbuhan dan fase perkecambahan.

Tumbuhan akan membentuk inhibitor secara alami yang disebut dengan asam ABA (Asam absisat). Meskipun demikian penambahan hormon juga dihasilkan oleh cendawan dan alga hijau. Asam absisat memiliki 15 atom karbon dan merupakan molekul seskuiterpenoid.
Penerapan hormon inhibitor dalam budidaya pertanian adalah ketika akan mencegah pertunasan baru dan memperbesar umbi tanaman. Diharapkan dengan ZPT ini, pertumbuhan umbi menjadi optimal. Penggunaan inhibitor banyak dimanfaatkan petani untuk membantu mengoptimalkan hasil tanaman berumbi seperti pada budidaya kentang,budidaya bawang, dan sejenisnya.

7. PACLOBUTRAZOL

Paclobutrazol merupakan salah satu jenis hormon yang berfungsi menghambat biosistesis giberelin. Pemakaian hormon ini dapat membantu pohon berbuah di luar musim. Pertumbuhan vegetatif tanaman terhambat yang akhirnya memacu pertumbuhan generatif. Pohon berhenti tumbuh (terhambat) diikuti munculnya kuncup bunga yang akhirnya menghasilkan buah.

Info & order:
STOCKIST AB. 790 & Distributor Resmi NASA N-390589
Pin BB   : 555DC295
Whatsapp : +62821-6767-4774
sms/telp : 0823-0460-3288

BUDIDAYA ANGGUR

Posted by Handri Arfian On 17.43

BUDIDAYA ANGGUR
MENERAPKAN TEKNOLOGI ORGANIK NASA



budidaya anggur organik nasa
Budidaya anggur secara organik dengan menerapkana teknologi organik PT. NAtural Nusantara NASA .

I. PENDAHULUAN

Produksi anggur ( Vitis sp.) di Indonesia belum optimal. PT. Natural Nusantara berupaya meningkatkan produksi anggur secara kuantitas, kualitas dan kelestarian lingkungan (Aspek K-3) untuk bersaing di era pasar bebas.

II. SYARAT TUMBUH

  • Ketinggian 25-300 m dpl,
  • Suhu 25-310 C,
  • Kelembaban udara 75-80 %,
  • Intensitas penyinaran 50% - 80%, 3-4 bulan kering,
  • Curah hujan 800 mm/tahun dan pH tanah 6-7.
  • Tipe tanah : liat dan liat berpasir (alluvial dan grumosol).

III. PEDOMAN TEKNIS BUDIDAYA

PERSIAPAN LAHAN

budidaya anggur organik glio
Add caption
  • Bersihkan lahan, cangkul/bajak sampai gembur.
  • Pengapuran pada tanah masam dosis 5 ton/ ha.
  • Buat saluran pemasukan dan pembuangan air irigasi
  • Buat lubang tanam 60x60x50 cm / 75x75x70 cm, jarak tanam 3 x 3 m / 5 x 4 m, keringanginkan + 2-4 minggu, isikan tanah lapisan bawah ke dasar lubang.
  • Campurkan tanah lapisan atas : pupuk kandang ( + 20-40) : pasir perbandingan 1:1:2 serta Natural GLIO + 5-10 gram/lubang dan isikan ke lubang bagian atas.

PENYIAPAN BIBIT

  • Bibit siap tanam umur 1,5 - 2 bulan, perakarannya 5-10 cm, tumbuh sehat, bertunas dua.
  • Kebutuhan bibit jarak tanam 3 x 3 cm sebanyak 890 batang/ha, jarak tanam 5 x 4 cm sebanyak 500 batang/ha.
  • Sebulan sebelum tanam, bibit anggur terpilih diadaptasikan di sekitar lahan

PENANAMAN

budidaya anggur pupuk organik cair poc nasa
Add caption
  • Waktu tanam di akhir musim hujan (April-Juni).
  • Siram bibit dengan POC NASA (1-2 ttp/10 lt air) + 1 minggu sebelum tanam.
  • Beri naungan sementara.
  • Semprot POC NASA 1-2 ttp/tangki/10 hari hingga usia + 3 bulan setelah tanam.


PENGAIRAN

  • Pengairan tanaman muda 1-2 kali sehari dan dewasa 3 hari sekali.
  • Tiga minggu sebelum dipangkas, pengairan dihentikan dan 2-3 hari setelah pemangkasan air diberikan kembali.
  • Pengairan setelah pemupukan dan dihentikan menjelang pemetikan buah.
panduan teknik cara budidaya tanaman kopi varietas unggul organik kultur jaringan pupuk poc nasa hormonik supernasa power nutrition pestona pentana bvr
Add caption


PENYIANGAN DAN PENDANGIRAN

Lahan dijaga kebersihannya dari gulma dan penggemburan tanah (Pendangiran) dilakukan sebulan sekali agar bidang oleh tetap bersih dan gembur.

PEMUPUKAN ANGGUR

Pemupukan disebar dan dicampur merata tanah secara melingkar sejauh 25 cm dari batang lalu ditutup dan diairi atau dengan cara pengocoran pupuk.

Pemupukan berdasarkan umur tanaman, yaitu :

a. Tanaman Muda sampai umur 6 bulan (per pohon)
NoUmur TanamanJenis dan Dosis Pupuk
Per pohon
110 hari – 3 bulan, interval 10 hari sekaliUrea 7,5 gr atau ZA 10 gr, tiap kali pemupukan
2> 3 – 6 bulan, interval 15 hari sekaliUrea 15 gr atau ZA 20 gr tiap kali pemupukan
3Tiap 1 bulan sekaliSUPER NASA 1-2 sendok makan (s.m.)/ 10 liter air

b. Tanaman Umur 6 bulan sampai 1 tahun (per pohon)
NoUmur TanamanJenis dan Dosis Pupuk
Per Pohon
1> 6 bulanPukan 30 kg atau SUPER NASA 1-2 s.m. dan Urea 22,5 gr atau ZA 30 gr
29 bulanSUPER NASA 1-2 s.m. dan Urea 33,75 gr atau
ZA 45 gr
312 bulanPukan 60 kg atau SUPER NASA 1-2 s.m. dan Urea 50 gr atau ZA 60 gr
Catatan:
  • Pemberian SUPERNASA dikocorkan.
  • pupuk organik padat supernasa
    Add caption
    pupuk organik cair nasa
    Add caption
    Hormon organik nasa
    Add caption
  • Akan lebih optimal penyemprotan POC NASA (3-4 ttp) + HORMONIK (1 tutup) per tangki 
Tanaman Produktif Berbuah (lebih dari 4 tahun)
  • Pemupukan 3 kali setahun (April, Agustus,Desember).
  • Dosis tiap kali pemupukan 600 gr Urea + 300 gr TSP + 375 gr KCl + SUPER NASA 1-2 sdm/10 lt/ pohon

PEMBUATAN RAMBATAN

Perlu pembuatan rambatan dengan model :
  • Model Para-para, tiang para-para dipasang sesuai jarak tanam anggur dengan ketinggian 2 - 3,5 m dan dipasang para-para berupa anyaman kawat atau bilah bambu atau kayu, jarak mata anyaman + 40 cm.
  • Model Pagar/Kniffin, dibuat berbentuk pagar. Jarak antar tiang 3-5 m dan ketinggian 150-200 cm, hubungkan dengan kawat yang dipasang mendatar sebanyak 2-3 jajar. Kawat pertama dibagian bawah letaknya 60 cm dari permukaan tanah, dan kawat diatasnya berjarak 70 cm.
  • Model perdu, berupa pohon atau kayu biasa, kemudian bagian atasnya dipasang tempat penyangga sepanjang 2 m dan lebar 2 m.
Pemasangan rambatan dilakukan sebelum tanaman dipangkas dan dibentuk.

PEMANGKASAN DAN PEMBENTUKAN POHON

  • Waktu pemangkasan yang tepat berumur 1 tahun.
  • Usahakan tiap pohon punya batang pokok, cabang primer , sekunder dan tersier.
  • Potong batang tanaman setinggi para-para, sehingga tumbuh tunas baru (cabang primer).
  • Dua minggu cabang yang tumbuh memanjang lebih kurang 1 meter segera dipangkas pada bagian ujungnya agar tumbuh tunas baru (cabang sekunder).
  • Cabang sekunder yang panjang 1 meter dipangkas titik tumbuhnya agar tumbun tunas baru (cabang tersier).
  • Cabang tersier inilah yang menghasilkan buah.
  • Ciri cabang siap dipangkas, ujung tunasnya mudah dipatahkan, dan apabila dipangkas meneteskan air, cabang berwarna coklat.
  • Perhatikan ciri visual mata tunas yang dipangkas, mata tunas vegetatif bentuknya runcing dan generatif tumpul.

Cara pemangkasan anggur yaitu :
  • Pangkas pendek, sisakan 1-2 mata
  • Pangkas sedang, sisakan 3-6 mata
  • Pangkas panjang, sisakan 7 atau lebih mata

PENGELOLAAN BUNGA DAN BUAH ANGGUR

  • Pangkas pembuahan dilakukan 2 tahap setahun yaitu bulan Maret - April dan Juli - Agustus dan dilakukan pada cabang-cabang tersier yang telah berumur 1 tahun.
  • Cabang-cabang yang tumbuh subur dipangkas dan sisakan 4-10 mata tunas, sedang cabang yang kurang subur sisakan 1-3 mata tunas.
  • Cabang/ranting sisa pemangkasan dibentangkan dan diatur merata di seluruh permukaan para-para, lalu diikat ke kanan dan kiri dengan tali.
  • Semprot dengan HORMONIK dosis 1-2 tutup per tangki setelah dipangkas setiap 7-10 hari sekali.
  • Pelihara 3 malai bunga tiap tunas dan potong tunas baru yang tumbuh di atas bunga sampai terbentuk bakal buah.
  • Jarangkan buah pada dompolan 50% - 60 %, yaitu waktu ukuran buah sebesar biji asam dengan mengambil butir-butir buah yang letaknya berhimpitan, bertangkai panjang, abnormal, rusak dengan gunting kecil yang steril.
  • Jika musim hujan, pasang atap plastik putih pada para-para dan bungkus buah dengan kantong plastik atau kertas semen.
panduan-cara-budidaya-anggur-natural-nusantara-poc-nasa-hormonik-supernasa-power-nutrition-distributor-resmi-produk-pupuk-organik-nasa-binagrow
Add caption


PENGELOLAAN HAMA DAN PENYAKIT

HAMA PADA ANGGUR
  • -Kutu Phylloxera (Phylloxera vitifoliae), mengisap cairan akar dan daun.
    • Gejala : didaun terbentuk bisul-bisul kecil dan akar membengkak seperti kutil, akibatnya tumbuh kerdil, layu dan buah sedikit.
    • Pengendalian: pangkas tanaman terserang dan bakar, semprot Natural BVR atau PESTONA

  • Tungau Merah (Tetranychus sp.), bercak-bercak kuning pada daun dan berubah hitam, akibatnya kerdil dan buah berkurang.
    • Pengendalian; semprot Natural BVR atau PESTONA

  • Ulat kantong (Mahasena corbetti), memakan bagian atas permukaan daun, terjadi lubang-lubang kecil pada daun.
    • Pengendalian : Pangkas dan potong tanaman terserang berat dan dibakar lalu semprot dengan PESTONAPOC NASA

  • Kumbang Daun (Apogonia destructor), memakan atau merusak daun, kemudian membuat lubang-lubang kecil pada permukaan daun.
    • Pengendalian : pasang lampu perangkap dan musnahkan, semprot PESTONA

  • Ulat grayak (Spodoptera sp.), menyerang daun hingga rusak dan berlubang. Pengendalian; Semprot dengan Natural VITURA

  • Ngengat buah anggur (Paralobesia viteana atau Grape Berry Moth), larva memakan bunga dan buah yang masih pentil dan tua sehingga buah tidak normal.
    • Pengendalian; Buang buah rontok dan bakar, semprot PESTONA paling lambat 14 hari sebelum panen

  • Hama lain seperti rayap, tikus, burung, tupai dan kelelawar.
    • Pengendalian : sanitasi kebun, bungkus buah, menghalau hama dan pasang perangkap

PENYAKIT PADA ANGGUR
  • Tepung Palsu (Downy mildew), jamur Plasmopora viticola, menyerang batang muda, sulur, tangkai buah dan butir buah.
    • Pengendalian : kurangi kelembaban kebun (dipangkas), potong dan musnahkan tanaman terserang, pasang naungan, Natural GLIO + gula pasir.

  • Cendawan Tepung (Powder mildew), jamur Uncinula necator, menyerang semua stadium pertumbuhan. Daun menggulung ke atas dan bentuk abnormal ditutupi tepung berwarna kelabu sampai agak gelap, batang sakit coklat.
    • Pengendalian : semprot Natural GLIO + gula pasir.

  • Bercak Daun (Cercospora viticola dan Alternaria vitis), timbul bercak-bercak coklat dan bintik-bintik hitam sehingga tunas dan daun kering dan rontok.
    • Pengendalian; Sanitasi kebun, mengurangi kelembaban kebun, potong dan musnahkan daun terserang, semprot dengan Natural GLIO

  • Karat Daun, jamur Physopella ampelopsidis, terdapat tepung berwarna jingga pada sisi bawah daun dan pada sisi atas daun ada bercak-bercak hijau kekuningan dan seluruh permukaan tertutupi lapisan tepung sehingga daun kering dan rontok.
    • Pengendalian : Pangkas daun sakit dan semprot dengan Natural GLIO + gula pasir

  • Busuk Hitam (Black Rot), jamur Guignardia bidwelli, bercak-bercak kecil berwarna putih pada buah hampir matang dengan warna tepi coklat, kemudian busuk buah mengendap dan mengeriput hitam seperti “mummi”.
    • Pengendalian : Pangkas bagian sakit, kurangi kelembaban, bungkus buah, Natural GLIO + gula pasir

  • Kudis (Scab), Jamur Elsinoe ampelina, menyerang semua bagian tanaman. Bercak kelabu dengan tepi coklat kemerahan, kemudian daging buah mengeras dan berkudis.
    • Pengendalian : Pangkas bagian yang sakit, sanitasi kebun, semprot Natural GLIO + gula pasir

  • Busuk Kapang Kelabu (Gray Mould Rot), jamur Botrytis cinerea, berkembang pada saat buah anggur menjelang masak. Buah berwarna cokelat tua, keriput dan busuk.
    • Pengendalian : Penanganan panen dan pasca panen yang baik, semprot Natural GLIO + gula pasir.

Catatan :
budidaya anggur perekat perata pembasah pestisida aero-810 pupuk
Add caption
Jika pengendalian hama dan penyakit dengan pestisida alami belum dapat mengatasi dapat dipergunakan pestisida kimia yang dianjurkan. Agar penyemprotan pestisida kimia lebih merata dan tidak mudah hilang oleh air hujan tambahkan Perekat Perata AERO 810 dosis + 5 ml (1/2 tutup) per tangki.



IV. PANEN ANGGUR

Panen setelah umur 1 tahun, dan buah berikutnya kontinyu 1-2 kali setahun tergantung pangkas buah


Info & order:
STOCKIST AB. 790 & Distributor Resmi NASA N-390589
Pin BB   : 555DC295
Whatsapp : +62821-6767-4774
sms/telp : 0823-0460-3288.

BIBIT UNGGUL CABE RAWIT GENIE

Posted by Handri Arfian On 17.40

BENIH CABE RAWIT 
BENIH UNGGUL CABE RAWIT GENIE PUTIH

Add caption

  • Nama Produk : CABE RAWIT GENIE / WARNA PUTIH
  • Kode Produk : CR-501
  • Isi/Berat : 10gr

CABAI RAWIT GENIE / WARNA PUTIH

Benih unggul cabe rawit Genie jenis OP (Open Pollinated) dari PT. NASA Natural Nusantara, termasuk jenis Annum sehingga berbuah tegak dan berbuah kecil.

Cabe rawit Genie merupakan benih unggul yang memiliki buah lebat, rasa sangat pedas dan berwarna hijau terang.

 Warna pada saat masak merah mengkilap dan mulus. Jenis cabe ini merupakan tanaman vigor dengan banyak cabang samping yang produktif.

KEUNGGULAN CABAI RAWIT GENIE / WARNA PUTIH :

  • Merupakan salah satu benih unggul
  • Berbuah tegak dan berbuah kecil
  • Memiliki buah lebat
  • Memiliki banyak cabang samping yang produktif.
  • Rasa sangat pedas dan berwarna hijau terang
  • Warna pada saat masak merah mengkilap dan mulus
  • Tahan penyakit layu
  • Merupakan salah satu benih unggulan jenis OP (Open Pollinated)

  • Info & order:
    STOCKIST AB. 790 & Distributor Resmi NASA N-390589
    Pin BB   : 555DC295
    Whatsapp : +62821-6767-4774
    sms/telp : 0823-0460-3288

BUDIDAYA SEMUT RANGRANG TANPA POHON

Posted by Handri Arfian On 17.39

BUDIDAYA SEMUT RANGRANG

Add caption
1. Pendahuluan

Budidaya Semut Rangrang - Sudah menjadi mitos dalam dunia hobi burung bahwa pakan kroto atau telur dari semut merah ( rangrang ) tidak bisa diproduksi sendiri. Jadi selama ini asumsi yang berkembang adalah semua kroto yang berdar dipasaran selalu didapat dari hasil alam seperti pohon kebun, hutan serta tanaman liar lainnya. Benarkan demikian ?

Namun jika dicermati perkembangan akhir-akhir ini, ternyata bisnis kroto juga sudah mengalami perkembangan dari sisi teknisnya. Hal ini membuat pengetahuan tentang budidaya semut rangrang menjadi penting atau dengan kata lain sudah ada usaha menangkarkan serta budidaya semut rangrang / semut merah sekaligus memanen hasil krotonya.

Makanan semut sangat beragam, namun dapat diklasifikasikan ke dalam dua kelompok besar, yaitu protein dan gula. Tidak seperti semut lainnya, semut rangrang lebih menyukai protein daripada gula. Protein dapat ditemukan pada daging, ikan, ayam, tikus dan serangga.

Semut rangrang aktif mencari makanan dan membawanya ke dalam untuk seluruh anggota sarang tersebut. Mereka memangsa berbagai jenis hama, misalnya ngengat yang aktif pada malam hari maupun yang bersembunyi di bawah daun pada siang hari.

2. Cara Ternak Kroto Dalam Toples

Cara ternak kroto dalam toples adalah cara paling mudah untuk membudidayakan pakan ternak ini. Selain tidak membutuhkan tempat yang besar dan luas, budidaya kroto metode ini tidak membutuhkan lahan dan dapat dilakukan perumahan dan kota.

Bahan Budidaya Kroto di Toples

  • Toples. Ukurannya bisa bebas, namun usahakan yang transpran.
  • Nampan. Sesuaikan dengan ukuran toples, usahakan lebih besar dari toples.
  • Plester atau solasi / kertas koran yang dapat digunakan menutup lobang bagian bawah toples nantinya.
  • Sebuah bata atau dudukan lainnya.

Cara Ternak Kroto

  1. Lubangi toples pada bagian bawah dengan diameter 3 – 5 cm.
  2. Ambil nampan yang telah disediakan dan isi dengan air secukupnya jangan terlalu penuh, ini bertujuan agar semut rangrang tidak keluar dari sarangnya (toples)
  3. Ambil batu bata atau dudukan lainnya dan letakkan di atas nampan.
  4. Tutup muka toples dengan penutup toples dan tutup lobang pada bagian bawah dengan kertas atau solasi yang telah disediakan. Ini bertujuan agar semut rangrang tersebut mudah bersarang dan membuat jaring serta tidak lari dari toples tersebut.
  5. Selanjutnya letakkan toples diatas bata atau dudukkan yang ada di nampan.
  6. Setelah semut ranrang dan toples tersebut telah diletakkan di posisi yang benar, penutup lobang dapat dibuka.
  7. Biarkan semut rangrang tersebut bersarang dengan baik, proses selanjutnya adalah persiapan pakan untuk semut tersebut.

3. Persiapan Pakan Semut Kroto

Persiapan pakan untuk semut rangrang dapat memanfaatkan gelas atau botol minum mineral potong botol atau gelasnya menjadi setengah saja. Letakkan gelas air mineral ini di atas toples yang ada di atas nampan.

Untuk tahap pertama makanan yang dapat diberikan adalah ulat hongkong atau jenis ulat lainnya. Untuk minum dapat memberikan air gula yang sedikit kenal. Jangan lupa sediakan juga air pada tutup botol kecil di atas toplesnya agar semut rangrang dapat merasakan seperti alam biasanya.

4. Cara Panen Kroto

Cara budidaya kroto memang dapat dilakukan dengan mudah, namun bagaimana dengan panen kroto yang telah diternakkan? Proses panen kroto yang telah dihasilkan oleh semut rangrang tersebut harus dilakukan secara hati hati. Tentu jika tidak hati hati anda akan terkena gigitan yang sangat menyakitkan.

Bahan dan Cara Panen Kroto:

  1. Sarung tangan karet agar tidak terkena gigitannya.
  2. Tepung untuk diolesi di sarung tangan agar tidak lengket.
  3. Dua buah Ember. Digunakan untuk membongkar toples dan yang satu untuk menempatkan hasil panen.
  4. Sapu lidi, untuk memisahkan jaring- jaring yang dibuat oleh semut rangrang. atau dapat menggunakan sarung tangan yang telah dilumuri tepung.
Setelah jaring robek kroto dapat diambil dan akan jatuh kebawah, tadah kroto yang jatuh di ember yang telah disediakan.

Info & order:
STOCKIST AB. 790 & Distributor Resmi NASA N-390589
Pin BB   : 555DC295
Whatsapp : +62821-6767-4774
sms/telp : 0823-0460-3288

BUDIDAYA JERUK

Posted by Handri Arfian On 17.39

BUDIDAYA JERUK ORGANIK
MENGGUNAKAN TEKNOLOGI ORGANIK NASA

budidaya jeruk organik nasa natural nusantara
Budidaya Jeruk Organik dengan menerapkan teknologi organik PT. Natural Nusantara .


I. PENDAHULUAN

Prospek agribisnis jeruk di Indonesia cukup bagus karena potensi lahan produksi yang luas. Melalui program peningkatan kualitas sumberdaya petani jeruk serta didukung dengan hasil inovasi teknologi pemupukan dan hormon alami, pengelolaan hama dan penyakit terpadu, serta sistem budidaya lainnya yang semuanya didasarkan pada semangat ramah lingkungan akan meningkatkan Kuantitas dan Kualitas produksi jeruk dengan tetap menjaga Kelestarian lingkungan.

II. SYARAT PERTUMBUHAN

Perlu 6-9 bulan basah (musim hujan), curah hujan 1000-2000 mm/th merata sepanjang tahun, perlu air yang cukup terutama di bulan Juli-Agustus. Temperatur optimal antara 25-30 °C dan kelembaban optimum sekitar 70-80%. Kecepatan angin lebih dari 40-48% akan merontokkan bunga dan buah. Ketinggian optimum antara 1-1200 m dpl. Jeruk tidak menyukai tempat yang terlindung dari sinar matahari. Jenis tanah Andosol dan Latosol sangat cocok, derajat keasaman tanah (pH tanah) adalah 5,5-6,5 . Air tanah optimal pada kedalaman 150-200 cm di bawah permukaan tanah. Pada musim kemarau 150 cm dan pada musim hujan 50 cm. Tanaman jeruk menyukai air yang mengandung garam sekitar 10%.

III. PEDOMAN TEKNIS BUDIDAYA

3.1. PEMBIBITAN

3.1.1. Cara generatif
pupuk organik cair nasaHormon organik nasa
Biji diambil dari buah dengan memeras buah yang telah dipotong. Biji dikeringanginkan di tempat yang tidak disinari selama 2-3 hari hingga lendirnya hilang. Tanah persemaian diolah sedalam 30-40 cm dan dibuat petakan berukuran 1,15-1,20 m membujur dari utara ke selatan. Jarak petakan 0,5-1m. Sebelum ditanami, tambahkan pupuk kandang 1 kg/m2. Biji ditanam dalam alur dengan jarak tanam 1-1,5 x 2 cm dan langsung disiram larutan POC NASA + 1-2 cc/lt air. Persemaian diberi atap.

Bibit dipindahtanam ke dalam polibag 15 x 35 cm setelah tingginya 20 cm pada umur 3-5 bulan. Media tumbuh dalam polibag adalah campuran pupuk kandang dan sekam (2:1) atau pupuk kandang, sekam, pasir (1:1:1) atau cukup dengan menggunakan tanah biasa disiram POC NASA (3-4 tutup) + HORMONIK (1 tutup) per 10-15 liter air.

3.1.2. Cara Vegetatif
pupuk organik cair nasaHormon organik nasa
Metode dengan cara penyambungan tunas pucuk dan penempelan mata tempel. Untuk kedua cara ini perlu dipersiapkan batang bawah (understam/rootstock) yang dipilih dari jenis jeruk dengan perakaran kuat dan luas, daya adaptasi lingkungan tinggi, tahan kekeringan, tahan/toleran terhadap penyakit virus, busuk akar dan nematoda. Varietas batang bawah yang biasa digunakan adalah Japanese citroen, Rough lemon, Cleopatra, Troyer Citrange dan Carizzo citrange. Setelah penyambungan tunas pucuk atau penempelan mata tempel, segera disemprot menggunakan POC NASA (3-4 tutup/tangki ) + HORMONIK (1 tutup/tangki ).

3.1.2.1. Pengolahan Media Tanam
Lahan yang akan ditanami dibersihkan dari tanaman lain atau sisa-sisa tanaman.
Jarak tanam bervariasi untuk setiap jenis jeruk dapat dilihat pada data berikut ini:
  • (a) Keprok dan Siem jarak tanam 5 x 5 m;
  • (b) Manis : jarak tanam 7 x 7 m;
  • (c) Sitrun (Citroen) : jarak tanam 6 x 7 m;
  • (d) Nipis : jarak tanam 4 x 4 m;
  • (e) Grape fruit : jarak tanam 8 x 8 m;
  • (f) Besar : jarak tanam (10-12) x (10-12) m.
Lubang tanam dibuat 2 minggu sebelum tanam. Tanah bagian dalam dipisahkan dengan tanah dari lapisan atas. Tanah berasal dari lapisan atas dicampur dengan 1-2 kg pupuk kandang dan Natural GLIO yang sudah dikembangbiakkan.

pengendali hama organik glio
Add caption
Pengembangbiakan Natural GLIO : 1-2 kemasan Natural GLIO dicampur 50-100 kg pupuk kandang untuk lahan 1000 m2. Selanjutnya didiamkan di tempat yang terlindung dari sinar matahari + 1 minggu dengan selalu menjaga kelembabannya dan sesekali diaduk (dibalik).



3.1.2.2. Teknik Penanaman

pupuk organik cair nasa
Add caption
budidaya jeruk organik nasa supernasa
Add caption
Bibit jeruk dapat ditanam pada musim hujan atau musim kemarau jika tersedia air untuk menyirami, tetapi sebaiknya ditanam diawal musim hujan. Sebelum ditanam, perlu dilakukan: (a) Pengurangan daun dan cabang yang berlebihan; (b) Pengurangan akar; (c) Pengaturan posisi akar agar jangan ada yang terlipat.

Setelah bibit ditanam, siramkan pupuk POC NASA yang telah dicampur air secara merata dengan dosis ± 1 tutup POC NASA per liter air setiap pohon. Hasil akan lebih bagus jika menggunakan SUPERNASA. Adapun cara penggunaan SUPERNASA adalah sebagai berikut: 1 (satu) botol SUPERNASA diencerkan dalam 2 liter (2000 ml) air dijadikan larutan induk. Kemudian setiap 1 liter air diberi 10 ml larutan induk tadi disiramkan setiap pohon.
Beri mulsa jerami, daun kelapa atau daun-daun yang bebas penyakit di sekitar bibit. Letakkan mulsa sedemikian rupa agar tidak menyentuh batang untuk menghindari kebusukan batang. Sebelum tanaman berproduksi dan tajuknya saling menaungi, dapat ditanam tanaman sela baik kacang-kacangan/sayuran. Setelah tajuk saling menutupi, tanaman sela diganti oleh rumput/tanaman legum penutup tanah yang sekaligus berfungsi sebagai penambah nitrogen bagi tanaman jeruk.

IV. PEMELIHARAAN TANAMAN

4.1. Penyulaman

Dilakukan pada tanaman yang tidak tumbuh.

4.2. Penyiangan

Gulma dibersihkan sesuai dengan frekuensi pertumbuhannya, pada saat pemupukan juga dilakukan penyiangan.

4.3. Pembubunan

Jika ditanam di tanah berlereng, perlu diperhatikan apakah ada tanah di sekitar perakaran yang tererosi. Penambahan tanah perlu dilakukan jika pangkal akar sudah mulai terlihat.

4.4. Pemangkasan

Pemangkasan bertujuan untuk membentuk tajuk pohon dan menghilangkan cabang yang sakit, kering dan tidak produktif. Dari tunas-tunas awal yang tumbuh biarkan 3-4 tunas pada jarak seragam yang kelak akan membentuk tajuk pohon. Pada pertumbuhan selanjutnya, setiap cabang memiliki 3-4 ranting atau kelipatannya. Bekas luka pangkasan ditutup dengan fungisida atau lilin untuk mencegah penyakit. Sebaiknya celupkan dulu gunting pangkas ke dalam alkohol. Ranting yang sakit dibakar atau dikubur dalam tanah.

4.5. Pemupukan Susulan


Umur
(tahun)
Dosis Pupuk Makro (gr/pohon)
Urea
TSP
KCl
1
80
170
170
2
160
325
250
3
250
500
325
4
325
170
425
5
400
210
500
6
500
250
600
7
600
300
700
8
700
325
780
9
780
390
850
10
850
425
900
> 10
Sebaiknya dilakukan analisis tanah
Dosis POC NASA mulai awal tanam :

0-3
2-3 tutup/diencerkan secukupnya dan siramkan sekitar pangkal batang setiap 4-5 bulan sekali (sesekali bisa disemprot ke daun)

> 3
3-4 tutup/diencerkan secukupnya dan siramkan sekitar pangkal batang setiap 3-4 bulan sekali (sesekali bisa disemprot ke daun)

Catatan: Akan Lebih baik pemberian diselingi/ditambah SUPER NASA 1-2 kali/tahun dosis 1 botol untuk + 200 pohon. Cara lihat pada Teknik Penanaman (Point 3.1.2.2.)

4.6. Penggunaan Hormonik

Hormonik dapat diberikan terutama setelah tanaman berumur 2 tahun, atau diberikan sejak awal lebih bagus. Caranya melalui penyiraman atau penyemprotan bersama dengan POC NASA (3-5 tutup POC NASA ditambah 1 tutup Hormonik).

4.7. Pengairan dan Penyiraman

Penyiraman jangan berlebih. Tanaman diairi sedikitnya satu kali dalam seminggu pada musim kemarau. Jika air kurang tersedia, tanah di sekitar tanaman digemburkan dan ditutup mulsa.

4.8. Penjarangan Buah

Pada saat pohon jeruk berbuah lebat, perlu dilakukan penjarangan supaya pohon mampu mendukung pertumbuhan, bobot buah serta kualitas buah. Buah yang dibuang meliputi buah sakit, tidak terkena sinar matahari (di dalam kerimbunan daun) dan kelebihan buah di dalam satu tangkai. Hilangkan buah di ujung kelompok buah dalam satu tangkai utama dan sisakan hanya 2-3 buah.

V. HAMA & PENYAKIT

5.1. Hama Jeruk

a. Kutu loncat (Diaphorina citri.)
Bagian diserang : tangkai, kuncup daun, tunas, daun muda. Gejala: tunas keriting, tanaman mati. Pengendalian: menggunakan PESTONA atau Natural BVR. Penyemprotan dilakukan menjelang dan saat bertunas, buang bagian yang terserang.

b. Kutu daun (Toxoptera citridus aurantii, Aphis gossypii.)
Bagian diserang : tunas muda dan bunga. Gejala: daun menggulung dan membekas sampai daun dewasa. Pengendalian: menggunakan PESTONA atau Natural BVR.

c. Ulat peliang daun (Phyllocnistis citrella.)
Bagian diserang : daun muda. Gejala: alur melingkar transparan atau keperakan, tunas/daun muda mengkerut, menggulung, rontok. Pengendalian: semprotkan dengan PESTONA. Kemudian daun dipetik dan dibenamkan dalam tanah.

d. Tungau (Tenuipalsus sp. , Eriophyes sheldoni Tetranychus sp)
Bagian diserang : tangkai, daun dan buah. Gejala: bercak keperak-perakan atau coklat pada buah dan bercak kuning atau coklat pada daun. Pengendalian: semprotkan PESTONA atau Natural BVR.

e. Penggerek buah (Citripestis sagittiferella.)
Bagian diserang : buah. Gejala: lubang gerekan buah keluar getah. Pengendalian: memetik buah yang terinfeksi, disemprot PESTONA pada buah berumur 2-5 minggu.

f. Kutu penghisap daun (Helopeltis antonii.)
Bagian diserang : tunas, daun muda dan pentil. Gejala: bercak coklat kehitaman dengan pusat berwarna lebih terang pada tunas dan buah muda, bercak disertai keluarnya cairan buah yang menjadi nekrosis. Pengendalian: semprotkan PESTONA.

g. Thrips (Scirtotfrips citri.)
Bagian diserang : tangkai dan daun muda. Gejala: helai daun menebal, tepi daun menggulung ke atas, daun di ujung tunas menjadi hitam, kering dan gugur, bekas luka berwarna coklat keabu-abuan kadang disertai nekrotis. Pengendalian: menjaga agar tajuk tanaman tidak terlalu rapat dan sinar matahari masuk ke bagian tajuk, hindari memakai mulsa jerami. Kemudian gunakan PESTONA atau Natural BVR.

h. Kutu dompolon (Planococcus citri.)
Bagian diserang : tangkai buah. Gejala: berkas berwarna kuning, mengering dan buah gugur. Pengendalian: gunakan PESTONA. atau Natural BVR. Cegah datangnya semut sebagai vektor kutu.

i. Lalat buah (Dacus sp.)
Bagian diserang : buah yang hampir masak. Gejala: lubang kecil di bagian tengah, buah gugur, belatung kecil di bagian dalam buah. Pengendalian: gunakan Perangkap lalat Buah.

5.2. Penyakit Jeruk

a. CVPD
Penyebab: Bacterium like organism dengan vektor kutu loncat Diaphorina citri. Bagian yang diserang: silinder pusat (phloem) batang. Gejala: daun sempit, kecil, lancip, buah kecil, asam, biji rusak dan pangkal buah oranye. Pengendalian: gunakan bibit tanaman bebas CVPD. Lokasi kebun minimal 5 km dari kebun jeruk yang terserang CVPD. Gunakan Pestona atau Natural BVR untuk mengendalikan vektor.

b. Blendok
Penyebab: jamur Diplodia natalensis. Bagian diserang : batang atau cabang. Gejala: kulit ketiak cabang menghasilkan gom yang menarik perhatian kumbang, warna kayu jadi keabu-abuan, kulit kering dan mengelupas. Pengendalian: pemotongan cabang terinfeksi. Bekas potongan diolesi POC NASA + Hormonik + Natural GLIO. POC NASA dan Hormonik bukan berfungsi mengendalikan Blendok, namun dapat meningkatkan daya tahan terhadap serangan penyakit.

c. Embun tepung
Penyebab: jamur Oidium tingitanium. Bagian diserang : daun dan tangkai muda. Gejala: tepung berwarna putih di daun dan tangkai muda. Pengendalian: gunakan Natural GLIO pada awal tanam.

d. Kudis
Penyebab: jamur Sphaceloma fawcetti. Bagian diserang : daun, tangkai atau buah. Gejala: bercak kecil jernih yang berubah menjadi gabus berwarna kuning atau oranye. Pengendalian: pemangkasan teratur, gunakan Natural GLIO pada awal tanam.

e. Busuk buah
Penyebab: Penicillium spp. Phytophtora citriphora, Botryodiplodia theobromae. Bagian diserang : buah. Gejala: terdapat tepung-tepung padat berwarna hijau kebiruan pada permukaan kulit. Pengendalian: hindari kerusakan mekanis, gunakan Natural GLIO awal tanam

f. Busuk akar dan pangkal batang
Penyebab: jamur Phyrophthora nicotianae. Bagian diserang : akar, pangkal batang serta daun di bagian ujung. Gejala: tunas tidak segar, tanaman kering. Pengendalian: pengolahan dan pengairan yang baik, sterilisasi tanah pada waktu penanaman, buat tinggi tempelan minimum 20 cm dari permukaan tanah. gunakan Natural GLIO pada awal tanam.

g. Buah gugur prematur
Penyebab: jamur Fusarium sp. Colletotrichum sp. Alternaria sp. Bagian yang diserang: buah dan bunga. Gejala: dua-empat minggu sebelum panen buah gugur. Pengendalian: gunakan Natural GLIO pada awal tanam.

h. Jamur upas
Penyebab: Upasia salmonicolor. Bagian diserang : batang. Gejala: retakan melintang pada batang dan keluarnya gom, batang kering dan sulit dikelupas. Pengendalian: kulit yang terinfeksi dikelupas dan diolesi fungisida yang mengandung tembaga atau belerang, kemudian potong cabang yang terinfeksi.
Catatan :

Jika pengendalian hama penyakit dengan menggunakan pestisida alami belum mengatasi dapat dipergunakan pestisida kimia yang dianjurkan. Agar penyemprotan pestisida kimia lebih merata dan tidak mudah hilang oleh air hujan tambahkan Perekat Perata AERO 810, dosis + 5 ml (1/2 tutup)/tangki.

VI. PANEN

Buah jeruk dipanen saat masak optimal berumur + 28-36 minggu, tergantung jenis/varietasnya. Buah dipetik dengan menggunakan gunting pangkas.
Saat ini PT. Natural Nusantara telah mengeluarkan 2 produk unggulan baru sebagai penyempurnaan produk sebelumnya, yaitu Pupuk Organik Serbuk Greenstar dan Supernasa Granule Modern.

budidaya jeruk organik nasa greenstar
Add caption
budidaya jeruk organik nasa supernasa granule modern
Add caption

Info & order:
STOCKIST AB. 790 & Distributor Resmi NASA N-390589
Pin BB   : 555DC295
Whatsapp : +62821-6767-4774
sms/telp : 0823-0460-3288