Produk Pupuk Organik PT. Natural Nusantara

Dengan semangat mencapai “INDONESIA MAKMUR RAYA BERKEADILAN” serta memberikan sesuatu yang bermanfaat dan bermakna bagi Dunia. ...

Distributor Resmi PT. Natural Nusantara "From Gersang To Rindang"

Dengan semangat mencapai “INDONESIA MAKMUR RAYA BERKEADILAN” serta memberikan sesuatu yang bermanfaat dan bermakna bagi Dunia. ...

Distributor Resmi PT. Natural Nusantara "GO ORGANIK"

Dengan semangat mencapai “INDONESIA MAKMUR RAYA BERKEADILAN” serta memberikan sesuatu yang bermanfaat dan bermakna bagi Dunia. ...

Distributor Resmi PT. Natural Nusantara N-390589 "PRESTASI PT NATURAL NUSANTARA

Dengan semangat mencapai “INDONESIA MAKMUR RAYA BERKEADILAN” serta memberikan sesuatu yang bermanfaat dan bermakna bagi Dunia. ...

Minggu, 29 Maret 2015

TEKNIS TANAM CABE

Posted by PT. NASA Natural nusantara On 04.47

TEKNIS TANAM CABE
MENGGUNAKAN PUPUK ORGANIK NASA


teknis tanam cabe organik nasa
Teknis tanam cabe dengan menerapkan teknologi organik PT. Natural Nusantara NASA 

PERSIAPAN MEDIA SEMAI


1. Campuran + 1- 2 pack NATURAL GLIO dalam + 25 – 50 kg pupuk kandang, lalu peram + 1 – 2 minggu sebagai campuran media semai
2. Komposisi media semai terdiri atas, pupuk kandang dan pasir (komposisi 1:1:1).


PEMBIBITAN CABE

1. Kebutuhan benih 10 – 11 sachet/ha
2. Rendam benih dengan + 2 – 4 cc POC NASA/liter air hangat selama + 2 jam.
3. Tiriskan dan peram + 2 – 4 hari, benih yang berkecambah segera disemaikan
4. semprotkan POC NASA + 1- 2 tutup/tangki pada bibit usia 7 dan 14 HSS (hari setelah semai)


PENGOLAHAN LAHAN & PEMUPUKAN DASAR

1. Taburkan pupuk kandang ( + 5 – 10 ton/ha) dan Dolomit ( + 200 – 300 kg/ha) di lahan.
2. Lakukan olah tanah
3. Buat bedengan (tinggi + 40 cm lebar + 100 cm) dengan drainase yang cukup
4. Campurkan SUPERNASA 3 – 6 kg/ha bersama pupuk TSP ( + 150 kg/ha) lalu taburkan secara merata dibedengan. Kemudian tebarkan GLIO yang sudah dicampur pukan ke permukaan bedengan (aplikasi + 1 minggu sebelum tanam).
5. Tutup bedengan dengan mulsa

PINDAH TANAM CABE

Buat lubang tanam jarak 60 cm x 60 cm atau 70 cm x 70 cm

PEMUPUKAN CABE DAN PEMELIHARAAN CABE

PEMUPUKAN MAKRO SUSULAN (Urea, ZA dan Kcl)
Usia 1 s/d 4 minggu


Urea

ZA

Kcl

POWER
NUTRITION
Cara aplikasi: campur + 50 liter air, siramkan + 1 gelas per lubang ( +200cc)

Interval 1 minggu
+ 10 sdm+ 10 sdm+ 10 sdm+ 5 – 10 sdm

Usia 5 minggu dan seterusnya


Urea

ZA

Kcl
POWER
NUTRITION
Cara aplikasi: campur + 50 liter air, siramkan + 2-3 gelas per lubang ( +400 - 600cc)

Interval 1 minggu
+ 10 sdm+ 20 sdm+ 20 sdm+ 10 – 20 sdm

* sdm = sendok makan


PEMUPUKAN POC NASA, HORMONIK DAN AERO810

Usia 2 minggu dan seterusnya ( interval 1-2 minggu):
Semprot POC NASA + 3 – 5 tutup/tangki + HORMONIK + 1 tutup/tangki + AERO-810 + 1/2 tutup / tangki, (volume tangki + 10 – 17 liter, kebutuhan + 20 – 30 tangki per hektar)


PEREMPELAN

Sisakan + 2 – 3 cabang utama mulai umur 15 – 30 hari
Keterangan: Pemasangan ajir dan tali penguat saat usia sekitar 15 hari setelah tanam

PENCEGAHAN

a. Semprot PENTANA 3-5 tutup/tangki atau PESTONA 5 – l0 tutup/tangki + AERO-810 1/2 tutup/tangki (sebaiknya rutin tiap 5-10 hari)
b. Semprot BVR + 30 gr/tangki (selang-seling dengan PENTANA atau PESTONA , interval 5-10 hari)
c. Pasang Perangkat METILAT LEM


Info & order:
STOCKIST AB. 790 & Distributor Resmi NASA N-390589
Pin BB   : 28E6AC1C
Whatsapp : +62821-6767-4774
sms/telp : 0823-0460-3288

Sabtu, 28 Maret 2015

BUDIDAYA ANGGUR

Posted by PT. NASA Natural nusantara On 21.40

BUDIDAYA ANGGUR
MENERAPKAN TEKNOLOGI ORGANIK NASA



budidaya anggur organik nasa
Budidaya anggur secara organik dengan menerapkana teknologi organik PT. NAtural Nusantara NASA .

I. PENDAHULUAN

Produksi anggur ( Vitis sp.) di Indonesia belum optimal. PT. Natural Nusantara berupaya meningkatkan produksi anggur secara kuantitas, kualitas dan kelestarian lingkungan (Aspek K-3) untuk bersaing di era pasar bebas.

II. SYARAT TUMBUH

  • Ketinggian 25-300 m dpl,
  • Suhu 25-310 C,
  • Kelembaban udara 75-80 %,
  • Intensitas penyinaran 50% - 80%, 3-4 bulan kering,
  • Curah hujan 800 mm/tahun dan pH tanah 6-7.
  • Tipe tanah : liat dan liat berpasir (alluvial dan grumosol).

III. PEDOMAN TEKNIS BUDIDAYA

PERSIAPAN LAHAN

    budidaya anggur organik glio
  • Bersihkan lahan, cangkul/bajak sampai gembur.
  • Pengapuran pada tanah masam dosis 5 ton/ ha.
  • Buat saluran pemasukan dan pembuangan air irigasi
  • Buat lubang tanam 60x60x50 cm / 75x75x70 cm, jarak tanam 3 x 3 m / 5 x 4 m, keringanginkan + 2-4 minggu, isikan tanah lapisan bawah ke dasar lubang.
  • Campurkan tanah lapisan atas : pupuk kandang ( + 20-40) : pasir perbandingan 1:1:2 serta Natural GLIO + 5-10 gram/lubang dan isikan ke lubang bagian atas.

PENYIAPAN BIBIT

  • Bibit siap tanam umur 1,5 - 2 bulan, perakarannya 5-10 cm, tumbuh sehat, bertunas dua.
  • Kebutuhan bibit jarak tanam 3 x 3 cm sebanyak 890 batang/ha, jarak tanam 5 x 4 cm sebanyak 500 batang/ha.
  • Sebulan sebelum tanam, bibit anggur terpilih diadaptasikan di sekitar lahan

PENANAMAN

    budidaya anggur pupuk organik cair poc nasa
  • Waktu tanam di akhir musim hujan (April-Juni).
  • Siram bibit dengan POC NASA (1-2 ttp/10 lt air) + 1 minggu sebelum tanam.
  • Beri naungan sementara.
  • Semprot POC NASA 1-2 ttp/tangki/10 hari hingga usia + 3 bulan setelah tanam.


PENGAIRAN

  • Pengairan tanaman muda 1-2 kali sehari dan dewasa 3 hari sekali.
  • Tiga minggu sebelum dipangkas, pengairan dihentikan dan 2-3 hari setelah pemangkasan air diberikan kembali.
  • Pengairan setelah pemupukan dan dihentikan menjelang pemetikan buah.

panduan teknik cara budidaya tanaman kopi varietas unggul organik kultur jaringan pupuk poc nasa hormonik supernasa power nutrition pestona pentana bvr


PENYIANGAN DAN PENDANGIRAN

Lahan dijaga kebersihannya dari gulma dan penggemburan tanah (Pendangiran) dilakukan sebulan sekali agar bidang oleh tetap bersih dan gembur.

PEMUPUKAN ANGGUR

Pemupukan disebar dan dicampur merata tanah secara melingkar sejauh 25 cm dari batang lalu ditutup dan diairi atau dengan cara pengocoran pupuk.

Pemupukan berdasarkan umur tanaman, yaitu :

a. Tanaman Muda sampai umur 6 bulan (per pohon)
NoUmur TanamanJenis dan Dosis Pupuk
Per pohon
110 hari – 3 bulan, interval 10 hari sekaliUrea 7,5 gr atau ZA 10 gr, tiap kali pemupukan
2> 3 – 6 bulan, interval 15 hari sekaliUrea 15 gr atau ZA 20 gr tiap kali pemupukan
3Tiap 1 bulan sekaliSUPER NASA 1-2 sendok makan (s.m.)/ 10 liter air

b. Tanaman Umur 6 bulan sampai 1 tahun (per pohon)
NoUmur TanamanJenis dan Dosis Pupuk
Per Pohon
1> 6 bulanPukan 30 kg atau SUPER NASA 1-2 s.m. dan Urea 22,5 gr atau ZA 30 gr
29 bulanSUPER NASA 1-2 s.m. dan Urea 33,75 gr atau
ZA 45 gr
312 bulanPukan 60 kg atau SUPER NASA 1-2 s.m. dan Urea 50 gr atau ZA 60 gr
Catatan:
  • Pemberian SUPERNASA dikocorkan.
  • Akan lebih optimal penyemprotan POC NASA (3-4 ttp) + HORMONIK (1 tutup) per tangki pupuk organik padat supernasapupuk organik cair nasaHormon organik nasa
Tanaman Produktif Berbuah (lebih dari 4 tahun)
  • Pemupukan 3 kali setahun (April, Agustus,Desember).
  • Dosis tiap kali pemupukan 600 gr Urea + 300 gr TSP + 375 gr KCl + SUPER NASA 1-2 sdm/10 lt/ pohon

PEMBUATAN RAMBATAN

Perlu pembuatan rambatan dengan model :
  • Model Para-para, tiang para-para dipasang sesuai jarak tanam anggur dengan ketinggian 2 - 3,5 m dan dipasang para-para berupa anyaman kawat atau bilah bambu atau kayu, jarak mata anyaman + 40 cm.
  • Model Pagar/Kniffin, dibuat berbentuk pagar. Jarak antar tiang 3-5 m dan ketinggian 150-200 cm, hubungkan dengan kawat yang dipasang mendatar sebanyak 2-3 jajar. Kawat pertama dibagian bawah letaknya 60 cm dari permukaan tanah, dan kawat diatasnya berjarak 70 cm.
  • Model perdu, berupa pohon atau kayu biasa, kemudian bagian atasnya dipasang tempat penyangga sepanjang 2 m dan lebar 2 m.
Pemasangan rambatan dilakukan sebelum tanaman dipangkas dan dibentuk.

PEMANGKASAN DAN PEMBENTUKAN POHON

  • Waktu pemangkasan yang tepat berumur 1 tahun.
  • Usahakan tiap pohon punya batang pokok, cabang primer , sekunder dan tersier.
  • Potong batang tanaman setinggi para-para, sehingga tumbuh tunas baru (cabang primer).
  • Dua minggu cabang yang tumbuh memanjang lebih kurang 1 meter segera dipangkas pada bagian ujungnya agar tumbuh tunas baru (cabang sekunder).
  • Cabang sekunder yang panjang 1 meter dipangkas titik tumbuhnya agar tumbun tunas baru (cabang tersier).
  • Cabang tersier inilah yang menghasilkan buah.
  • Ciri cabang siap dipangkas, ujung tunasnya mudah dipatahkan, dan apabila dipangkas meneteskan air, cabang berwarna coklat.
  • Perhatikan ciri visual mata tunas yang dipangkas, mata tunas vegetatif bentuknya runcing dan generatif tumpul.

Cara pemangkasan anggur yaitu :
  • Pangkas pendek, sisakan 1-2 mata
  • Pangkas sedang, sisakan 3-6 mata
  • Pangkas panjang, sisakan 7 atau lebih mata

PENGELOLAAN BUNGA DAN BUAH ANGGUR

  • Pangkas pembuahan dilakukan 2 tahap setahun yaitu bulan Maret - April dan Juli - Agustus dan dilakukan pada cabang-cabang tersier yang telah berumur 1 tahun.
  • Cabang-cabang yang tumbuh subur dipangkas dan sisakan 4-10 mata tunas, sedang cabang yang kurang subur sisakan 1-3 mata tunas.
  • Cabang/ranting sisa pemangkasan dibentangkan dan diatur merata di seluruh permukaan para-para, lalu diikat ke kanan dan kiri dengan tali.
  • Semprot dengan HORMONIK dosis 1-2 tutup per tangki setelah dipangkas setiap 7-10 hari sekali.
  • Pelihara 3 malai bunga tiap tunas dan potong tunas baru yang tumbuh di atas bunga sampai terbentuk bakal buah.
  • Jarangkan buah pada dompolan 50% - 60 %, yaitu waktu ukuran buah sebesar biji asam dengan mengambil butir-butir buah yang letaknya berhimpitan, bertangkai panjang, abnormal, rusak dengan gunting kecil yang steril.
  • Jika musim hujan, pasang atap plastik putih pada para-para dan bungkus buah dengan kantong plastik atau kertas semen.

panduan-cara-budidaya-anggur-natural-nusantara-poc-nasa-hormonik-supernasa-power-nutrition-distributor-resmi-produk-pupuk-organik-nasa-binagrow


PENGELOLAAN HAMA DAN PENYAKIT

HAMA PADA ANGGUR
  • -Kutu Phylloxera (Phylloxera vitifoliae), mengisap cairan akar dan daun.
    • Gejala : didaun terbentuk bisul-bisul kecil dan akar membengkak seperti kutil, akibatnya tumbuh kerdil, layu dan buah sedikit.
    • Pengendalian: pangkas tanaman terserang dan bakar, semprot Natural BVR atau PESTONA

  • Tungau Merah (Tetranychus sp.), bercak-bercak kuning pada daun dan berubah hitam, akibatnya kerdil dan buah berkurang.
    • Pengendalian; semprot Natural BVR atau PESTONA

  • Ulat kantong (Mahasena corbetti), memakan bagian atas permukaan daun, terjadi lubang-lubang kecil pada daun.
    • Pengendalian : Pangkas dan potong tanaman terserang berat dan dibakar lalu semprot dengan PESTONAPOC NASA

  • Kumbang Daun (Apogonia destructor), memakan atau merusak daun, kemudian membuat lubang-lubang kecil pada permukaan daun.
    • Pengendalian : pasang lampu perangkap dan musnahkan, semprot PESTONA

  • Ulat grayak (Spodoptera sp.), menyerang daun hingga rusak dan berlubang. Pengendalian; Semprot dengan Natural VITURA

  • Ngengat buah anggur (Paralobesia viteana atau Grape Berry Moth), larva memakan bunga dan buah yang masih pentil dan tua sehingga buah tidak normal.
    • Pengendalian; Buang buah rontok dan bakar, semprot PESTONA paling lambat 14 hari sebelum panen

  • Hama lain seperti rayap, tikus, burung, tupai dan kelelawar.
    • Pengendalian : sanitasi kebun, bungkus buah, menghalau hama dan pasang perangkap

PENYAKIT PADA ANGGUR
  • Tepung Palsu (Downy mildew), jamur Plasmopora viticola, menyerang batang muda, sulur, tangkai buah dan butir buah.
    • Pengendalian : kurangi kelembaban kebun (dipangkas), potong dan musnahkan tanaman terserang, pasang naungan, Natural GLIO + gula pasir.

  • Cendawan Tepung (Powder mildew), jamur Uncinula necator, menyerang semua stadium pertumbuhan. Daun menggulung ke atas dan bentuk abnormal ditutupi tepung berwarna kelabu sampai agak gelap, batang sakit coklat.
    • Pengendalian : semprot Natural GLIO + gula pasir.

  • Bercak Daun (Cercospora viticola dan Alternaria vitis), timbul bercak-bercak coklat dan bintik-bintik hitam sehingga tunas dan daun kering dan rontok.
    • Pengendalian; Sanitasi kebun, mengurangi kelembaban kebun, potong dan musnahkan daun terserang, semprot dengan Natural GLIO

  • Karat Daun, jamur Physopella ampelopsidis, terdapat tepung berwarna jingga pada sisi bawah daun dan pada sisi atas daun ada bercak-bercak hijau kekuningan dan seluruh permukaan tertutupi lapisan tepung sehingga daun kering dan rontok.
    • Pengendalian : Pangkas daun sakit dan semprot dengan Natural GLIO + gula pasir

  • Busuk Hitam (Black Rot), jamur Guignardia bidwelli, bercak-bercak kecil berwarna putih pada buah hampir matang dengan warna tepi coklat, kemudian busuk buah mengendap dan mengeriput hitam seperti “mummi”.
    • Pengendalian : Pangkas bagian sakit, kurangi kelembaban, bungkus buah, Natural GLIO + gula pasir

  • Kudis (Scab), Jamur Elsinoe ampelina, menyerang semua bagian tanaman. Bercak kelabu dengan tepi coklat kemerahan, kemudian daging buah mengeras dan berkudis.
    • Pengendalian : Pangkas bagian yang sakit, sanitasi kebun, semprot Natural GLIO + gula pasir

  • Busuk Kapang Kelabu (Gray Mould Rot), jamur Botrytis cinerea, berkembang pada saat buah anggur menjelang masak. Buah berwarna cokelat tua, keriput dan busuk.
    • Pengendalian : Penanganan panen dan pasca panen yang baik, semprot Natural GLIO + gula pasir.

Catatan :
budidaya anggur perekat perata pembasah pestisida aero-810 pupukJika pengendalian hama dan penyakit dengan pestisida alami belum dapat mengatasi dapat dipergunakan pestisida kimia yang dianjurkan. Agar penyemprotan pestisida kimia lebih merata dan tidak mudah hilang oleh air hujan tambahkan Perekat Perata AERO 810 dosis + 5 ml (1/2 tutup) per tangki.



IV. PANEN ANGGUR

Panen setelah umur 1 tahun, dan buah berikutnya kontinyu 1-2 kali setahun tergantung pangkas buah


Info & order:
STOCKIST AB. 790 & Distributor Resmi NASA N-390589
Pin BB   : 28E6AC1C
Whatsapp : +62821-6767-4774
sms/telp : 0823-0460-3288.

BUDIDAYA TEMBAKAU

Posted by PT. NASA Natural nusantara On 21.36

BUDIDAYA TEMBAKAU ORGANIK
MENGGUNAKAN TEKNOLOGI ORGANIK NASA



budidaya tembakau organik nasa
Budidaya tembakau organik dengan menerapkan teknologi organik PT. Natural Nusantara


I. PENDAHULUAN

Tembakau adalah komoditi yang cukup banyak dibudidayakan petani. Untuk mendapatkan hasil panen yang optimal PT. Natural Nusantara berusaha membantu meningkatkan produksi secara kuantitas, kualitas dan kelestarian ( Aspek K-3 ).

II. SYARAT PERTUMBUHAN

  • Tanaman tembakau, curah hujan rata-rata 2000 mm/tahun,
  • Suhu udara yang cocok antara 21-32 derajat C, pH antara 5-6.
  • Tanah gembur, remah, mudah mengikat air, memiliki tata air dan udara yang baik sehingga dapat meningkatkan drainase, ketinggian antara 200-3.000 m dpl.

III. PEDOMAN TEKNIS BUDIDAYA

PEMBIBITAN

budidaya tembakau organik poc nasabudidaya tembakau organik glio
  • Jumlah benih + 8-10 gram/ha, tergantung jarak tanam.
  • Biji utuh, tidak terserang penyakit dan tidak keriput.
  • Media semai = campuran tanah (50%) + pupuk kandang matang yang telah dicampur dengan Natural GLIO (50%).
  • Dosis pupuk untuk setiap meter persegi media semai adalah 70 gram DS dan 35 gram ZA dan isikan pada polybag.
  • Bedeng persemaian diberi naungan berupa daun-daunan, tinggi atap 1 m sisi Timur dan 60 cm sisi Barat.
  • Benih direndam dalam POC NASA 5 cc per gelas air hangat selama 1-2 jam lalu dikeringanginkan.
  • Kecambahkan pada baki/tampah yang diberi alas kertas merang atau kain yang dibasahi hingga agak lembab.
  • Tiga hari kemudian benih sudah menampakkan akarnya yang ditandai dengan bintik putih. Pada stadium ini benih baru dapat disemaikan.
  • Siram media semai sampai agak basah/lembab, masukan benih pada lubang sedalam 0,5 cm dan tutup tanah tipis-tipis.
  • Semprot POC NASA (2-3 tutup/tangki) selama pembibitan berumur 30 dan 45 hari.
  • Bibit sudah dapat dipindahtanamkan ke kebun apabila berumur 35-55 hari setelah semai.

PENGOLAHAN MEDIA TANAM

  • Lahan disebari pupuk kandang dosis 10-20 ton/ha lalu dibajak dan dibiarkan + 1 minggu.
  • Buat bedengan lebar 40 cm dan tinggi 40 cm. Jarak antar bedeng 90-100 cm dengan arah membujur antara timur dan barat.
  • Lakukan pengapuran jika tanah masam.
  • Siram SUPERNASA dengan dosis : 10 - 15 botol/ha.
    • Alternatif 1 : Satu botol SUPER NASA diencerkan dalam 3 liter air dijadikan larutan induk. Kemudian setiap 50 lt air diberi 200 cc larutan induk tadi untuk menyiram bedengan.
    • Alternatif 2 : setiap 1 gembor vol 10 lt diberi 1 peres sendok makan SUPER NASA untuk menyiram + 10 meter bedengan.
  • Sebarkan Natural GLIO 1-2 sachet dicampur pupuk kandang matang 25-50 kg secara merata ke bedengan.

PEMBUATAN LUBANG TANAM

  • Apabila diinginkan daun yang tipis dan halus maka jarak tanam harus rapat, sekitar 90 x 70 cm.
  • Tembakau Madura ditanam dengan jarak 60 x 50 cm yang penanamannya dilakukan dalam dua baris tanaman setiap gulud.
  • Jenis tembakau rakyat/rajangan umumnya ditanam dengan jarak tanam 90 x 90 cm dan penanamannya dilakukan satu baris tanaman setiap gulud, dan jarak antar gulud 90 cm atau 120 x 50 cm.

CARA PENANAMAN

  • Basahi dan sobek polibag lalu benamkan bibit sedalam leher akar
  • Waktu tanam pada pagi hari atau sore hari.

PENYULAMAN

  • Penyulaman dilakukan 1- 3 minggu setelah tanam, bibit kurang baik dicabut dan diganti dengan bibit baru yang berumur sama.

PENYIANGAN

  • Penyiangan dapat dilakukan bersamaan dengan pembumbunan yaitu setiap 3 minggu sekali.

PEMUPUKAN

Dosis tergantung jenis tanah dan varietas

Waktu PemupukanDosis Pupuk Makro (kg/ha)
Urea/ZASP - 36KCl
Saat Tanam-300-
Umur 7 HST300-150
Umur 28 HST300-150
TOTAL600300300

Ket : HST = hari setelah tanam

Penyemprotan POC NASA dosis 4-5 tutup / tangki atau lebih bagus POC NASA (3-4 tutup) dicampur HORMONIK (1-2 tutup) per tangki setiap 1- 2 minggu sekali.

tembakau organik nasa

PENGAIRAN DAN PENYIRAMAN

  • Pengairan diberikan 7 HST = 1-2 lt air/tanaman, umur 7-25 HST = 3-4 lt/tanaman, umur 25-30 HST = 4 lt/tanaman.
  • Pada umur 45 HST = 5 lt/tanaman setiap 3 hari.
  • Pada umur 65 HST penyiraman dihentikan, kecuali bila cuaca sangat kering.

PEMANGKASAN

  • Pangkas tunas ketiak daun dan bunga setiap 3 hari sekali
  • Pangkas pucuk tanaman saat bunga mekar dengan 3-4 lembar daun di bawah bunga

PENGENDALIAN HAMA DAN PENYAKIT

HAMA

a. Ulat Grayak ( Spodoptera litura )
  • Gejala : berupa lubang-lubang tidak beraturan dan berwarna putih pada luka bekas gigitan.
  • Pengendalian: Pangkas dan bakar sarang telur dan ulat, penggenangan sesaat pada pagi/sore hari , semprot Natural VITURA
b. Ulat Tanah ( Agrotis ypsilon )
  • Gejala : daun terserang berlubang-lubang terutama daun muda sehingga tangkai daun rebah.
  • Pengendalian: pangkas daun sarang telur/ulat, penggenangan sesaat, semprot PESTONA.
c. Ulat penggerek pucuk ( Heliothis sp. )
  • Gejala: daun pucuk tanaman terserang berlubang-lubang dan habis.
  • Pengendalian: kumpulkan dan musnah telur / ulat, sanitasi kebun, semprot PESTONA.
d. Nematoda ( Meloydogyne sp. )
  • Gejala : bagian akar tanaman tampak bisul-bisul bulat, tanaman kerdil, layu, daun berguguran dan akhirnya mati.
  • Pengendalian: sanitasi kebun, pemberian GLIO diawal tanam, PESTONA
e. Kutu - kutuan ( Aphis Sp, Thrips sp, Bemisia sp.) pembawa penyakit yang disebabkan virus.
  • Pengendalian: predator Koksinelid, Natural BVR.
f. Hama lainnya Gangsir (Gryllus mitratus ), jangkrik (Brachytrypes portentosus), orong-orong (Gryllotalpa africana), semut geni (Solenopsis geminata), belalang banci (Engytarus tenuis).

PENYAKIT

a. Hangus batang ( damping off )
  • Penyebab : jamur Rhizoctonia solani.
  • Gejala: batang tanaman yang terinfeksi akan mengering dan berwarna coklat sampai hitam seperti terbakar.
  • Pengendalian : cabut tanaman yang terserang dan bakar, pencegahan awal dengan Natural GLIO.
b. Lanas
  • Penyebab : Phytophora parasitica var. nicotinae.
  • Gejala: timbul bercak-bercak pada daun berwarna kelabu yang akan meluas, pada batang, terserang akan lemas dan menggantung lalu layu dan mati.
  • Pengendalian: cabut tanaman yang terserang dan bakar, semprotkan Natural GLIO.
c. Patik daun
  • Penyebab : jamur Cercospora nicotianae.
  • Gejala: di atas daun terdapat bercak bulat putih hingga coklat, bagian daun yang terserang menjadi rapuh dan mudah robek.
  • Pengendalian: desinfeksi bibit, renggangkan jarak tanam, olah tanah intensif, gunakan air bersih, bongkar dan bakar tanaman terserang, semprot Natural GLIO.
d. Bercak coklat
  • Penyebab : jamur Alternaria longipes.
  • Gejala: timbul bercak-bercak coklat, selain tanaman dewasa penyakit ini juga menyerang tanaman di persemaian. Jamur juga menyerang batang dan biji.
  • Pengendalian: mencabut dan membakar tanaman yang terserang.
e. Busuk daun
budidaya tembakau organik glio
  • Penyebab : bakteri Sclerotium rolfsii.
  • Gejala: mirip dengan lanas namun daun membusuk, akarnya bila diteliti diselubungi oleh massa cendawan.
  • Pengendalian: cabut dan bakar tanaman terserang, semprot Natural GLIO.


f. Penyakit Virus Penyebab: virus mozaik (Tobacco Virus Mozaic, (TVM), Kerupuk (Krul), Pseudomozaik, Marmer, Mozaik ketimu (Cucumber Mozaic Virus).
  • Gejala: pertumbuhan tanaman menjadi lambat.
  • Pengendalian: menjaga sanitasi kebun, tanaman yang terinfeksi di cabut dan dibakar.
Catatan : 
budidaya tembakau organik aero-810 perekat perata pembasah
Jika pengendalian hama dan penyakit dengan pestisida alami belum mengatasi, dapat digunakan pestisida kimia sesuai anjuran. Agar penyemprotan pestisida kimia lebih merata dan tidak mudah hilang oleh air hujan tambahkan Perekat Perata AERO 810, dosis + 5 ml ( ½ tutup) pertangki.

IV. PANEN DAN PASCA PENEN

  • Pemetikan daun tembakau yang baik adalah jika daun-daunnya telah cukup umur dan telah berwarna hijau kekuning-kuningan.
  • Untuk golongan tembakau cerutu maka pemungutan daun yang baik pada tingkat tepat masak/hampir masak hal tersebut di tandai dengan warna keabu-abuan.
  • Sedangkan untuk golongan sigaret pada tingkat kemasakan tepat masak/masak sekali, apabila pasar menginginkan krosok yang halus maka pemetikan dilakukan tepat masak.
  • Sedangkan bila menginginkan krosok yang kasar pemetikan diperpanjang 5-10 hari dari tingkat kemasakan tepat masak.
  • Daun dipetik mulai dari daun terbawah ke atas.
  • Waktu yang baik untuk pemetikan adalah pada sore/pagi hari pada saat hari cerah.
  • Pemetikan dapat dilakukan berselang 3-5 hari, dengan jumlah daun satu kali petik antara 2-4 helai tiap tanaman.
  • Untuk setiap tanaman dapat dilakukan pemetikan sebanyak 5 kali.
  • Sortir daun berdasarkan kualitas warna daun yaitu:
    • Trash (apkiran): warna daun hitam
    • Slick (licin/mulus): warna daun kuning muda
    • Less slick (kurang liciin): warna daun kuning (seperti warna buah jeruk lemon)
    • More grany side ( sedikit kasar ) : warna daun antara kuning-oranye.
Info & order:
STOCKIST AB. 790 & Distributor Resmi NASA N-390589
Pin BB   : 28E6AC1C
Whatsapp : +62821-6767-4774
sms/telp : 0823-0460-3288

MENJAGA UNGGAS DARI SERANGAN FLU BURUNG

Posted by PT. NASA Natural nusantara On 21.35

MENJAGA UNGGAS DARI SERANGAN FLU BURUNG

Pendahuluan

Flu burung adalah penyakit menular yang disebabkan oleh virus H5N1 yang menyerang kelenjar limfe pada unggas  seperti ayam, bebek, dan puyuh sehingga menyebabkan kekebalan atau ketahanan tubuh ternak unggas menjadi menurun yang pada akhirnya menyebabkan kematian dalam waktu yang singkat. 

Perkembangan ciri fisik ternak unggas yang terkena penyakit flu burung sekarangpun tidak begitu tampak dibandingkan tahun 2003 atau 2007 seperti kebiruan pada tubuh dan pial atau jengger ayam. Unggas yang terkena flu burung saat ini hanya bisa diketahui melalui tes darah di laboratorium. Penyebaran melalui udara, air, tempat pakan dan minum mempercepat penularan virus ini dalam satu kandang sehingga tidak heran diberitakan bahwa bebek dalam satu kandang bisa seluruhnya terkena penyakit flu burung dalam beberapa hari saja yang menimbulkan kematian massal bebek. Bila tidak segera ditanggulangi maka kerugian peternak akan semakin besar.

Pencegahan

Penyakit flu burung hingga saat ini belum ada obatnya. Sehingga yang perlu dilakukan saat ini adalah melakukan pencegahan. Oleh karena itu beberapa hal yang perlu kita lakukan agar ternak unggas yang kita miliki dapat  tercegah dari serangan Virus Flu Burung H5N1  :


1. Hindari pembelian unggas baru (untuk sementara) apabila terpaksa membeli jangan langsung dicampur dengan unggas yang lama (dikandangkan tersendiri).

2. Batasi membawa unggas keluar kandang, misalnya ke arena kontes atau pameran.

3. Jangan ditempatkan pada tempat terbuka sehingga mudah didatangi burung liar (hindari kontak langsung dengan unggas lain). Burung liar adalah salah satu pembawa virus flu burung.

4. Hati-hati dalam membeli pakan atau alat-alat pemeliharaan yang baru (tempat makan, minum, dan kurungan kandang), sebaiknya di tempat yang terjamin bebas flu burung (didesinfektan dulu) atau setelah anda membeli alat-alat kandang yang baru sebaiknya disemprot dulu dengan desinfektan.


5. Bersihkan kandang dan alat-alat kandang dengan desinfektan/deterjen setiap 2-3 hari sekali (desinfektan, antara lain : deterjen, ammonium kuatener, formalin 2-5%, iodioform kompleks (iodione), senyawa fenol, natrium/alium hipoklorik yang dapat dibeli di bebagai toko peralatan peternakan (poultry Shop). Tujuan dari pembersihan dengan desinfektan adalah untuk membunuh virus dan  bakteri pathogen yang dapat menyebabkan sakit pada unggas kesayangan anda.


6. Untuk ayam dan bebek, sebaiknya dilakukan vaksinasi flu burung agar ayam dan bebek yang kita pelihara memiliki kekebalan tubuh sehingga tidak mudah terserang penyakit flu burung.

7. Berikan pakan suplemen vitamin dan mineral lengkap pada ternak unggas seperti produk NASA: VITERNA, POC NASA dan HORMONIK setiap hari untuk meningkatkan daya tahan tubuh unggas dan memacu pertumbuhan serta produktivitas ternak unggas.

Info & order:
STOCKIST AB. 790 & Distributor Resmi NASA N-390589
Pin BB   : 28E6AC1C
Whatsapp : +62821-6767-4774
sms/telp : 0823-0460-3288

BUDIDAYA JARAK

Posted by PT. NASA Natural nusantara On 21.34

BUDIDAYA JARAK
MENERAPKAN TEKNOLOGI ORGANIK NASA



budidaya tanaman pohon jarak organik nasa
Budidaya Jarak Organik dengan menerapkan teknologi organik PT. Natural Nusantara 

I. PENDAHULUAN

Tanaman Jarak di Indonesia dapat tumbuh dengan baik karena kesesuaian iklim dan tanah, sehingga tumbuh bisa merata sebagai gulma. Namun karena hasil dari tanaman ini bisa diolah menjadi produk yang bernilai ekonomis, maka tanaman ini kini mulai di budidayakan.

PT. Natural Nusantara mencoba memberikan bantuan teknis budidaya tanaman ini sehingga mampu berproduksi sesuai dengan harapan yang diinginkan tanpa meninggalkan standar kuantitas, kualitas, dan kelestarian lingkungan (Aspek K-3).

II. SYARAT PERTUMBUHAN

Syarat tumbuh tanaman jarak membutuhkan air 350-500 ml air sepanjang pertumbuhannya.
Disamping faktor air, tanaman jarak ini membutuhkan syarat temperatur 20º-30ºC sepanjang hidupnya, serta ketinggian tempat yang optimal adalah 0-800 m dpl. Keluarnya biji akan sangat berkurang atau minim jika suhu mencapai 40ºC atau lebih.

III. PEDOMAN TEKNIS BUDIDAYA

PERSIAPAN LAHAN

  • Pemilihan lahan yang akan digunakan untuk budidaya tanaman jarak ini biasanya memilih tanah yang kurang produktif ataupun kurang pengairan, dan ini biasanya di daerah marginal / kritis, karena tanaman jarak ini tidaklah terlalu membutuhkan syarat-syarat khusus, seperti halnya tanaman perdu lainnya.
  • Pengolahan tanah yang standar adalah pembuatan lubang tanam dengan ukuran 30 cm x 30cm x 30cm dan jarak tanam antar barisan 2-4 meter dan jarak dalam barisan 1-2 meter tergantung varietas yang dipilih.
  • Persiapan tanah yang bisa juga dilakukan adalah membersihkan dari gangguan gulma, terutama akar-akar ilalang yang menghasilkan alelopati / senyawa penghambat tumbuh tanaman lain.


PEMBIBITAN JARAK

  • Biji jarak dapat ditanam 2-3 butir biji perlubang langsung di lahan kemudian pilih tanaman yang terbaik pertumbuhannya untuk dibudidayakan.
  • Pemeliharaan tanaman muda dilakukan dengan menyemprot dengan POC NASA dosis 2-3 tutup per tangki seminggu sekali pada pagi hari.


MACAM-MACAM JENIS JARAK

Ada banyak sekali jenis jarak yang dapat tumbuh di tanah air kita antara lain :
A. Jarak Kepyar/Jepang ( Ricinus communis).
Jenis ini laku di pasaran dunia yang dikenal dengan nama castor oil plant. Jenis ini berbuah sekali dalam setahun (semusim), dengan ciri :
  • Buah muda berwarna hijau dan berubah coklat setelah tua.
  • Buahnya berduri lemah seperti rambutan.
  • Bijinya mengandung Glycoprotein yang bersifat racun dan orang sering menyebutnya Ricin.
B . Jarak Pagar/Cina (Jatropha curcas )
Jenis ini berbuah terus menerus (tahunan). Jenis jarak ini yang dianjurkan ditanam, yaitu:
  • Asembagus 22 : kandungan minyak 55-57%
  • Asembagus 60 : kandungan minyak 48-52%
  • Asembagus 81 : kandungan minyak 51-54%
  • Komposisi biji jarak terdiri dari 20% kulit dan 80% biji (daging), mengandung 40-60% minyak.
  • Kandungan minyak mentahnya 32-48% dan sisanya adalah ampas.


PEMELIHARAAN JARAK

  • Yang penting diperhatikan adalah tanaman jarak ini mempunyai sifat kurang suka air sehingga kelebihan air (terendam) justru akan merugikan pertumbuhan tanaman, namun jika panas terik berlangsung hingga 3-4 bulan penyiraman perlu sesekali dilakukan untuk menghindari kematian akibat kekeringan.
  • Lakukan penyiangan gulma jika tanaman mulai terganggu baik pertumbuhan bagian atas dalam persaingan terhadap cahaya maupun perakaran yaitu penyerapan hara.


PEMUPUKAN JARAK

Untuk pertumbuhan yang baik berikan pupuk dasar yaitu pupuk kandang di samping pupuk anorganik pada saat tanam.


Jenis Pupuk
Dosis (kg/ha)
Waktu Pemupukan
Urea
50
Saat tanam
SP-36
75
Saat tanam
KCl
50
2 minggu setelah tanam
Urea
100
1 bulan setelah tanam

Catatan : tidak berlaku mutlak/bervariasi untuk masing - masing daerah.
  • Akan lebih baik ditambah SUPERNASA atau POWER NUTRITION dosis 1 botol untuk ± 200 tanaman .
  • Satu botol SUPERNASA atau POWER NUTRITION diencerkan dalam 2 liter (2000 ml) air dijadikan larutan induk. Kemudian setiap 1 liter air diberi 10 ml larutan induk tadi untuk penyiraman perpohon.
  • Penyemprotan dengan POC NASA dosis 3-4 tutup + HORMONIK dosis 1 tutup per tangki setiap 1 bulan sekali dianjurkan untuk meningkatkan kuantitas dan kualitas.

pupuk organik padat supernasapower nutrition nutrisi lengkap tanaman buahpupuk organik cair nasaHormon organik nasa


PENGENDALIAN HAMA & PENYAKIT

Tanaman jarak sebenarnya jarang diserang hama ataupun penyakit, namun bisa jadi terserang jika saja kondisi lahan kurang bersih ataupun ada semak yang dapat menjadi inang sementara bagi hama-hama tertentu. Pengendalian hama terpadu yaitu dengan menjaga kebersihan lahan merupakan tindakan preventif yang paling mudah dilakukan sebelum hama menjadi tak terkendali dan merugikan.
Hama yang kadang menyerang tanaman jarak adalah :
  • Sejenis kutu putih.
    • Tanaman jarak sering tumbuh liar sehingga kutu putih sering menjadikannya inang sementara.
    • Untuk pencegahannya gunakan PESTONA dan PENTANA + AERO 810 secara bergantian.

  • Jarak juga mungkin diserang ulat yang menyerang daun,
    • Pencegahan dengan PESTONA dan PENTANA + AERO 810
    • Lakukan penyemprotan dengan PESTONA dan PENTANA + AERO 810 secara bergantian untuk pencegahan , satu minggu sekali disemprotkan merata di atas dan di bawah helai daun.
pestisida organik pestona pestisida organik nasa perekat perata pembasah pupuk
Sebagai pencegahan terhadap penyakit yang disebabkan jamur, sebaiknya sebelum tanam disebarkan 1 pak Natural GLIO ditambah 25-30 kg pupuk kandang dan didiamkan seminggu.

pengendali hama organik glio

Catatan : Jika pengendalian hama dan penyakit dengan pestisida alami belum mengatasi, sebagai alternatif terakhir bisa digunakan pestisida kimia yang dianjurkan. Agar penyemprotan lebih merata dan tidak mudah hilang oleh air hujan tambahkan AERO 810 dosis 0,5 tutup botol per tangki.


MASA PANEN JARAK

  • Masa berbunga terjadi setelah tanaman berumur sekitar 60-70 hari dan buah mulai dapat dipanen setelah umur tanaman sekitar 100-110 hari, yang biasanya jatuh dimusim panas yaitu bulan Agustus hingga Oktober.
  • Buah yang terlambat panen akan melenting dan berhamburan sehingga disarankan panen harus benar-benar tepat waktu.
  • Produksi yang dapat dicapai sekitar 1-3 ton/ha.


PEMANFAATAN HASIL

  • Pada masa Jepang minyak jarak diolah menjadi minyak pelumas persenjataan yang handal, karena sangat kental, Berat jenisnya ± 0,96 dan sangat sukar untuk dilarutkan, sehingga mudah dibedakan dari minyak lain. Sebagian besar produksinya dipergunakan sebagai minyak lumas untuk mesin yang berputar cepat; salah satu keuntungan dari minyak jarak ini adalah bahwa dia tidak menetes, tidak meninggalkan sisa bakar dan tidak larut dalam bensin; sifat-sifat yang besar artinya dalam keperluan penerbangan dan telah memberinya tempat yang tetap disamping minyak- minyak mineral yang telah mendesaknya walaupun daya pelumasnya yang cukup besar

  • Selain itu biji Jarak ricinus kaya akan enzyme lipase yang dapat menguraikan lemak dan minyak menjadi asam-asam lemak yang bebas dan glycerin. Asam lemak tersebut dapat dipergunakan oleh pabrik lilin, dan setelah dinetralisir dengan soda atau kalium karbonat (potas), menghasilkan sabun keras atau lunak.

  • Di perusahaan-perusahaan batik, minyak jarak berperan juga dalam pewarnaan kain katun yang akan diberi warna dengan mengkudu. Bahkan akhir-akhir ini dengan peningkatan harga BBM dimulai penanaman tanaman jarak besar-besaran untuk alternatif lain dari bahan bakar minyak yang dipadukan dengan paket reboisasi lahan kritis sehingga bisa berpengaruh positif bagi perekonomian dan juga kelestarian lahan di seluruh nusantara.
Info & order:
    STOCKIST AB. 790 & Distributor Resmi NASA N-390589
      Pin BB   : 28E6AC1C
        Whatsapp : +62821-6767-4774

        BUDIDAYA LELE KOLAM TERPAL

        Posted by PT. NASA Natural nusantara On 21.31

        BUDIDAYA LELE

        1. PENDAHULUAN

        lele kolam terpal
        Contoh gambar kolam terpal
        Budidaya Lele Kolam Terpal - Lele merupakan jenis ikan yang digemari masyarakat, dengan rasa yang lezat, daging    empuk, duri teratur dan dapat disajikan dalam berbagai macam menu masakan.



        PT. NATURAL NUSANTARA dengan prinsip K-3 (Kuantitas, Kualitas dan Kesehatan) membantu petani lele dengan paket produk dan teknologi.

        2. TAHAP PROSES BUDIDAYA

        A. Pembuatan Kolam Terpal

        Teknik pembesaran lele menggunakan terpal dapat di bilang merupakan trend baru dalam budidaya pembesaran lele saat ini. Kelebihan / keuntungan pemilihan kolam terpal sebagai tempat pembesaran lele di antaranya :
        1.       Lebih efisien dalam menyesuaikan luasan lahan
        2.       Dapat di aplikasikan di pekarangan rumah tanpa membuat lubang galian tanah
        3.       Kontrol dalam perawatan kesehatan lebih terjamin
        4.       Terhindar dari hewan pemangsa lain
        5.       Fleksibel, jika tidak digunakan lagi tinggal menggulung terpal
        6.       hasil budidaya tidak berbau tanah
        7.       Kontrol air dan Ph air lebih teratur

        B. Persiapan Lahan.

        Pada tipe kolam berupa bak, persiapan kolam yang dapat dilakukan adalah :

        budidaya lele organik menggunakan ton tambak organik nusantara
        • Pembersihan bak dari kotoran/sisa pembenihan sebelumnya.
        • Penjemuran bak agar kering dan bibit penyakit mati. Pemasukan air dapat langsung penuh dan segera diberi perlakuan TON (Tambak Organik Nusantara). untuk menetralkan berbagai racun dan gas berbahaya hasil pembusukan bahan organik sisa budidaya sebelumnya dengan dosis 5 botol TON/ha atau 25 gr (2 sendok makan)/100 m2. Penambahan pupuk kandang juga dapat dilakukan untuk menambah kesuburan lahan.
        • Biarkan selama 3 - 4 hari setelah perlakuan TON untuk menumbuhkan plankton sebagai pakan alami lele.

        C. Pemindahan Bibit

        Siapkan bibit sebanyak 2000 ekor ukuran 3 – 5 cm. Untuk ukuran kolam 3 m x 4 m x 1 m. Pemakaian bibit sebaiknya ukuran yang telah memakan pellet butiran (F 999). Hal ini untuk mempermudah dalam pemeliharaan dan pemberian makan, agar tidak terjadi banyak kematian. Bibit yang baru dibeli (baru tiba) jangan langsung dimasukkan kedalam kolam Bibit yang ada dalam bungkusan plastik dimasukkan ke dalam ember kemudian ditambahkan air kolam sedikit demi sedikit, penambahan air tersebut dilakukan hingga 3 kali. Agar bibit lele dapat beradaptasi dengan suhu air di dalam kolam.

        D. Perawatan Lele dumbo dalam Kolam Terpal

        Perawatan ikan lele di kolam terpal pada umumnya tidak berbeda dengan perawatan di kolam lainnya. Beberapa perawatan lele yang perlu diperhatikan dalam kolam terpal adalah sebagai berikut :

        1.  Penambahan air dan Pergantian air

        Bila air dalam kolam terpal berkurang karena proses penguapan maka tambahkan air hingga tinggi air kembali pada posisi normal. Penambahan air dilakukan dari tinggi air 30 cm hingga menjadi 80 cm. secara bertahap setiap bulannya (dalam sebulan air perlu ditambah 15 – 20 cm).

        2.  Pergantian air dilakukan saat air mulai tampak kotor (hal ini ditandai dengan ikan mulai menggantung). Pegantian air sampai umur 2 bulan biasanya dilakukan 2 kali. Kemudian di bulan ketiga dilakukan 2 minggu sekali (hal ini dilakukan karena pada bulan ketiga pemberian makan semakin banyak dan populasi ikan semakin padat). Pergantian air dengan cara membuka saluran pengeluaran (paralon) hingga air tinggal sedikit (hampir kering). Pada saat pergantian air biasanya dilakukan penyortiran dengan memisahkan ikan yang pertumbuhan sangat cepat. Bila setelah pergantian air dilakukan beberapa hari kemudian air kelihatan coklat dan berbau anyir maka perlu dilakukan penambahan dan pengurangan air (sirkulasi air masuk dan keluar).



        3.  Pemberian TON (Tambak Organik Nusantara)


        budidaya lele organik menggunakan ton tambak organik nusantara
        Aplikasikan TON setiap habis dilakukan penggantian air pada kolam dengan dosis yang sama seperti pada persiapan lahan, hal ini bertujuan untuk mencegah lele stress pada waktu penambahan air, ciri perlakuan TON ; air akan berwarna hijau cerah, menandakan banyak terdapat plankton.



        4.  Pemberian Pakan
        Pemberian pakan lele dumbo harus disesuaikan dengan besar mulut ikan. Pakan yang diberikan adalah pakan dari pabrik Untuk kegiatan pembesaran ikan maka pemberian pakan awal adalah f 999 sampai umur ikan 2 minggu, kemudian 781-2 sampai umur ikan 2 bulan dan 781 sampai umur ikan siap panen yaitu 3 bulan. Perbandingan hasil panen dengan pakan yang diberikan adalah 1 : 1 (konfersi pakan 1 kg menghasilkan 1 kg daging ikan). Bahkan ada petani yang konfersi pakannya 0,8 : 1 artinya 0,8 kg pakan menghasilkan 1 kg daging ikan.

        Penekanan biaya pakan yang diberikan dapat dilakukan dengan cara memberikan pakan tambahan berupa usus ayam dan keong mas saat ikan berusia 1 bulan samapai 3 bulan.

        Pemberian bangkai ayam atau usus ayam haruslah yang masih segar kemudian direbus lalu diberikan ikan. Sedangkan pemberian pakan keong mas dilakukan dengan cara merebus keong mas didinginkan dan kemudian dicungkil daging keong mas dengan lidi atau paku lalu diberikan pada ikan sesuai dengan kebutuhan.

        Untuk mempercepat pembesaran dan meningkatkan kualitas daging lele, berikan POC NASA dan Hormonik, dengan cara :
        1.  Larutkan 2 tutup POC NASA + 1 tutup Hormonik pada 1 liter air dalam hand sprayer.
        2.  tiriskan pakan yang akan di berikan dalam wadah
        3.  semprotkan tipis cairan POC NASA + Hormonik ke arah pakan secara merata
        4.  Angin-anginkan pakan sampai tidak terasa lembab
        5.  Pakan siap diberikan

        budidaya lele organik menggunakan poc nasa

        E. Panen

        Panen ikan lele dikolam terpal dapat dilakukan dengan cara panen sortir atau dengan panen sekaligus (semua).
        budidaya lele organik menggunakan hormonik
        Panen sortir adalah dengan memilih ikan yang sudah layak untuk dikonsumsi (dipasarkan) biasanya ukuran 5 samapai 10 ekor per kg. atau sesuai dengan keinginan pasar, kemudian ukuran yang kecil dipelihara kembali.
        Panen sekaligus biasanya dengan menambah umur ikan agar ikan dapat dipanen semua dengan ukuran yang sesuai keinginan pasar.


        Catatan :


        Ciri lele hasil budidaya NASA :
        1. Lele lincah dan gesit
        2. Dagingnya kenyal
        3. Tidak terjadi penurunan berat badan saat panen akibat lele mengalami stress
        4. Ketika di goreng daging tidak menyusut di karenakan kandungan lemak yang meleleh akibat panas
        5. Ukuran badan sama dengan ukuran kepala (menandakan lele benar-benar gemuk)

        Info & order:
        STOCKIST AB. 790 & Distributor Resmi NASA N-390589
        Pin BB   : 28E6AC1C
        Whatsapp : +62821-6767-4774
        sms/telp : 0823-0460-3288

        BUDIDAYA AKASIA

        Posted by PT. NASA Natural nusantara On 21.25

        TEKNIS BUDIDAYA AKASIA


        budidaya pohon akasia
        PENDAHULUAN

        Tidak bisa disangsikan lagi, bahwa pembangunan dan pengelolaan hutan tanaman memerlukan penerapan teknik-teknik silvikultur yang intensif untuk menjaga dan meningkatkan produktivitas tegakan secara lestari dan berkesinambungan. Penerapan teknik silvikultur intensif, dimulai ketika memilih spesies yang cocok dan sesuai ditumbuhkan pada lahan yang ada, serta diintegralkan kedalam industri atau peluang pasar.

        Di dalam operasional kegiatannya, perlu dicari dan ditentukan teknik-teknik yang mudah dan mendukung dalam memperoleh produktivitas yang tinggi, sekaligus meningkatkan mutu lingkungan dan bermanfaat bagi masyarakat (Arisman, 2000). Untuk itu perlunya penataan areal (di awal kegiatan), dan penerapan teknologi dan dukungan ilmu pengetahuan pada setiap komponen kegiatan.

        Penataan Areal

        Sebelum dilakukannya pembangunan tanaman, proses pertama yang dilakukan adalah penataan areal. Secara garis besar areal bisa dibagi menjadi Wilayah-wilayah (berdasarkan letak geografis dan luas areal). Kemudian dari wilayah ini dibagi ke dalam beberapa unit, dengan luas 15.000 - 20.000 ha. Unit dibagi lagi ke dalam blok, dengan luas sekitar 5.000 ha. Kemudian, blok dibagi ke dalam subblok, dengan luas sekitar 1.000 ha, dan sub-blok dibagi kedalam petak seluas 50 ha, arah utara-selatan 1.000 m, dan barat-timur 500 m. Petak merupakan satuan pengelolaan terkecil.

        Tetapi petak ini bisa terbagi lagi menjadi anak petak.Pada daur kedua, setelah penebangan daur pertama, dilakukan rekonstruksi petak berdasarkan kondisi geografis, dengan diterapkannya teknologi sistem informasi geografi (geographic information systems).

        Untuk mendukung operasional, dibangunlah infrastruktur, seperti jalan utama, jalan cabang, jalan tanam maupun jalan inspeksi, jembatan, dan sebagainya. Areal yang dipakai untuk infrastruktur ini, mencapai sekitar 20 m2/ha. Untuk mendukung kelestarian hutan dan lingkungan, perlu dipertahankannya kawasan hutan konservasi, zona proteksi (lebung, dan sempadan sungai), serta penanaman jenis lokal dan MPTS (multi purpose trees species).

        Sistem Silvikultur

        Sistem silvikultur yang diterapkan untuk jenis Acacia mangium adalah tebang habis permudaan buatan. Sistem ini sesuai diterapkan pada lahan-lahan terdegradasi untuk tujuan pengusahaan hutan tanaman, dengan memakai teknik silvikultur yang intensif. Oleh karenanya, diperlukan areal yang luas dan relatif kompak, sehingga dapat dibuat tegakan tanaman yang sama umur, seragam dan berkesinambungan dengan produksi yang tnggi dan kualitas yang baik. Selain untuk produksi pulp, Acacia mangium juga baik digunakan sebagai kayu pertukangan. Pada petak- petak untuk menghasilkan kayu pertukangan dilakukan penjarangan. Hasil penjarangan ini dapat dimanfaatkan untuk bahan pulp, particle board atau energi.

        Pengadaan Benih

        Bibit A. mangium yang digunakan berasal dari benih dan diproduksi di persemaian. Pada awalnya, digunakan benih dari tegakan benih lokal yang belum terimprove, tetapi selanjutnya harus ditingkatkan dengan menggunakan benih unggul (asal benih maupun famili terpilih) dari hasil program pemuliaan pohon.


        Dilihat dari nilai riap, hasil penelitian di Subanjeriji terdapat 5 provenans (dari 20 provenan) yang paling baik adalah berasal dan Papua Niugini dan Queensland, yaitu Oriomo R (PNG), Olive R (QLD), Wipim (PNG), Lake Muarray (PNG), dan Kini (PNG).

        Tetapi, apabila dilihat dari nilai/indeks kelurusan batang dan persistensi sumbu batang, 5 provenans terbaik adalah Oriomo R (PNG), Wipim (PNG), Muting (Merauke), Kuru (PNG), dan INHUTANI (Pohon plus) (Siregar dan Khomsatun, 2000). Untuk membangun tegakan kayu pertukangan, perlu dipertimbangkan pemakaian benih yang mempunyai indeks kualitas bentuk batang dan kelurusan tinggi, di samping riap pertumbuhannya.

        Program pemuliaan pohon harus terus dilakukan, seperti upaya peningkatan genetik melalui seleksi provenans dan seedlot, dalam rangka menghasilkan bahan tanam yang terbaik dan paling menguntungkan. Saat ini, untuk menyebut contoh, di Sumatra Selatan telah terdapat area produksi benih (SPA; Seed Production Area) seluas 96,8 ha, kebun benih semai generasi pertama (SSO; Seedling Seed Orchard) seluas 49,5 ha, dan telah dibangun kebun benih campuran (composite seed orchard) seluas 14,5 ha. Setiap tahunnya, dari areal kebun benih seluas itu, mampu diproduksi benih A. mangium lebih dari 1 ton.

        Persemaian

        Pada awalnya (uji coba dan pengalaman awal) bibit diproduksi dalam kantong polybag dengan media topsoil, sabut kelapa sawit, dan gambut. Tetapi setelah melalui serangkaian penelitian, kemudian didapatkan container dan bahan yang efektif dan ekonomis, yaitu memakai polytube dan side slit, yang dapat merangsang pertumbuhan akar.

        Media yang dipakai adalah seresah yang diambil dari lantai hutan tanaman A. mangium dicampur dengan topsoil (perbandingan 70:30) atau sisa kulit A. mangium dari pabrik pulp yang telah dikomposkan. Bibit dipelihara selama 3 bulan, kemudian dilakukan sortasi (grading). Standar bibit dilakukan agar bibit yang sampai ke lokasi penanaman benar-benar memiliki kualitas yang baik, seragam, mampu hidup dan tumbuh dengan baik.

        Bibit A. mangium yang berkualitas baik dan diperbolehkan untuk dikirim ke lapangan adalah yang mempunyai tinggi bibit 25-30 cm dan diameter > 3,0 mm, batang keras dan lurus, warna kecoklatan, daun tebal hijau, struktur akar kompak, media tidak pecah, bebas hama dan penyakit serta segar. Bibit diangkut ke lokasi pertanaman memakai truk atau traktor. Untuk menjaga kualitas bibit, perlu dibuatkan tempat penampungan bibit (TPB) sementara di dekat lokasi pertanaman.

        Persiapan lahan

        Pada tahap awal pembangunan HTI, lahan alang-alang bertopografi datar/landai (kemiringan <15%),> 22 cm untuk kayu gergajian.Membangun tegakan untuk kayu pertukangan melalui proses penjarangan. Selain untuk kayu konstruksi dan pertukangan, peruntukan kayu A.

        Mangium yang lain adalah sebagai bahan baku pembuatan papan partikel. Hashim et.al. (1998) melaporkan bahwa ketebalan papan partikel kayu A. mangium setara dengan papan partikel kayu karet. Kayu A. mangium dapat juga diproses menjadi vinir dan kayu lapis. Vinir yang dihasilkan bersifat teguh, halus dan kualitasnya dapat diterima. Studi pembuatan kayu lapis dengan menggunakan perekat phenol formaldehide atau penol resin memberikan kualitas kayu lapis yang dapat diterima atau melebihi persyaratan minimum (Abdul-Kader and Sahri, 1993; Yamamoto, 1998). Abdul-Kader dan Sahri (1993) juga membuktikan bahwa kayu A. mangium dapat dipakai sebagai bahan MDF yang memiliki kualitas lebih baik dibandingkan dengan MDF dari beberapa spesies di Jepang, seperti Pinus resinosa, Cryptomeria japonica, Chamaecyparis obtusa dan Larix leptolepis. Kayu A. mangium telah digunakan sebagai bahan baku oleh beberapa perusahaan MDF di Indonesia. Hasil-hasil penelitian menunjukkan bahwa keteguhan lentur dan geser LVL (laminated veneer lumber) dari kayu A. mangium lebih baik daripada nilai minimum (Abdul-Kader and Sahri, 1993). Kayu A. mangium telah dicoba untuk pembuatan OSB (oriented strand board) yang hasilnya menunjukkan bahwa stabilitas dimensi dan kekuatannya memenuhi standar persyaratan Jepang (Lim, et.al., 2000) Pembuatan arang dari kayu A.

        Mangium telah dicoba (Hartoyo, 1993; Nurhayati, 1994; Pari, 1998; Fakultas Kehutanan, UGM 2000; Okimori et.al., 2003), dan berkualitas baik. Dengan diolah menjadi briket arang, nilai kalor dan karbon terikat meningkat, dan hasilnya lebih baik apabila dibandingkan dengan briket batubara (Fakultas Kehutanan UGM, 2000).

        Membangun tegakan kayu pertukangan

        Pada prinsipnya, silvikultur hutan tanaman untuk menghasilkan kayu pertukangan sama dengan membangun tegakan untuk bahan pulp (hingga umur tanaman 2 tahun). Setelah umur 2 tahun terdapat perbedaan, yaitu adanya kegiatan penjarangan (thinning), pemangkasan cabang (pruning), dan perawatan lanjutan.

        Penjarangan dimaksudkan untuk mengurangi jumlah pohon dalam tegakan dan memberikan ruang tumbuh yang cukup untuk memperoleh tegakan berdiameter pohon besar. Pemangkasan cabang dimaksudkan untuk menghilangkan percabangan untuk mengurangi cacat mata kayu (knot) yang berpengaruh pada kualitas kayu yang dihasilkan. Agar tegakan kayu pertukangan berkualitas baik, maka perlu dilakukan tahapan-tahapan, antara lain penentuan petak, kegiatan penjarangan, pemangkasan cabang dan perawatan (Gunawan, 2003).

        Penentuan Petak

        Petak yang ditentukan sebagai calon tegakan kayu pertukangan harus memenuhi persyaratan sebagai berikut :
        Tanaman telah berumur antara 2 – 3 tahun, tajuk (canopy) sudah saling menutup, diameter (dbh)batang sudah mencapai 9 – 12 cm, dan tinggi mencapai 7 – 9 m.Pohon-pohon didalam Petak memiliki pertumbuhan yang baik (tinggi rata-rata 8 m, diameter rata- rata 11 cm) serta kualitas batang yang baik (lurus, tidak menggarpu (forking) sampai ketinggian 6 m).Luas petak memadai , sehingga hanya diperlukan sedikt jumlah petak untuk mencapa target dan letaknya mengelompok agar lebih mudah dalam pelaksanaanAksesibilitas petak baik, yaitu dekat jalan dan tidak terpencil jauh. Hal ini untuk memudahkanpengawasan dan pengamatannya.

        Penjarangan

        Penjarangan dilakukan dalam 2 tahap dalam 1 daur tanaman. Setiap tahap menghilangkan 50% dari populasi yang ada. Penjarangan tahap pertama, dilakukan saat tanaman umur 2 tahun. Metode yang dipakai adalah selektif dan sistematik. Metode selektif, dilakukan dengan cara memilih tegakan yang mempunyai sifat baik untuk kayu pertukangan, seperti kelurusan batang, ketinggian bebas cabang, diameter batang, dan kesehatan tanaman.

        Metode sistematik hanya dilakukan pada jalur sarad (setiap jarak 50 m), yaitu menebang seluruh pohon pada jalur sarad. Jalur sarad ini dipakai untuk akses mengeluarkan kayu hasil penjarangan untuk dimanfaatkan dengan tujuan lain (pulp, energi, papan partikel dsb). Penjarangan tahap kedua dilakukan sewaktu tajuk antar-tanaman sudah saling menutup kembali (tanaman berumur 4 – 5 tahun). Penebangan (penjarangan) menggunakan chainsaw ukuran kecil, dan dilakukan secara hati-hati karena pola tebangnya tidak teratur.

        Rebah pohon tebangan diarahkan sedemikian rupa, sehingga tidak merusak tajuk pohon-pohon yang ditinggalkan. Batang hasil penebangan dipotong-potong sesuai kebutuhan untuk dimanfaatkan dan dikumpulkan (secara manual) di pinggir jalur sarad, kemudian dikeluarkan ke TPn (pinggir jalan).

        Perawatan lanjutan

        Perawatan tanaman setelah penjarangan yang perlu dilakukan adalah kegiatan pemangkasan cabang dan pengendalian gulma (weeding). Pemangkasan cabang dilakukan dua kali; bersamaan penjarangan pertama, dan setahun setelah penjarangan pertama. A. mangium mempunyai kemampuan self pruning yang sangat rendah, oleh karenanya sangat penting dilakukan pruning untuk memperoleh kayu pertukangan yang baik. Keterlambatan tindakan pruning akan mengakibatkan beberapa hal :
        Mengurangi sifat keteguhan kayu, karena serat mata kayu relatif tegak lurus serat batang pohon,Menyulitkan pengerjaan karena kerasnya penampang mata kayu,Mengurangi keindahan permukaan kayu, danMenyebabkan berlubangnya lembaran-lembaran veneer.

        Pohon-pohon tinggal harus dipangkas cabangnya menggunakan gergaji pangkas atau gunting pruning. Pemangkasan dilakukan dengan memotong cabang tepat pada leher cabang. Pemangkasan yang meninggalkan sisa cabang, akan menyebabkan sisa cabang tersebut mati dan membusuk yang pada akhirnya menjadi jalan bagi infeksi jamur, disamping akan membuat kayu cacat.

        Sebaliknya, pemangkasan terlalu dalam akan meninggalkan luka besar yang membutuhkan waktu lama untuk penyembuhannya. Pemangkasan yang tepat akan meninggalkan luka yang kecil dan tanpa sisa cabang, sehingga luka akan cepat tertutup kembali oleh kalus.

        Setiap periode pemangkasan, tajuk hidup yang ditinggalkan minimal sebesar 50% dari tinggi pohon. Meninggalkan tajuk kurang dari 50% akan menghambat pertumbuhan diameter pohon. Pada akhirnya nanti diharapkan kayu pertukangan yang dihasilkan memiliki batang bebas mata kayu sampai pada ketinggian 4–6 m. Oleh karena itu pemangkasan cabang dilakukan sampai setinggi 4,2 m dimana 0,2 m adalah cadangan untuk kerusakan dan pecah ujung.

        Weeding setelah penjarangan, tidak seintensif seperti 2 tahun pertama. Kalau weeding pada dua tahun pertama bertujuan untuk mengurangi kompetisi dengan gulma, maka kegiatan weeding pasca penjarangan ini lebih ditujukan untuk mepermudah akses inventory dan supervisi, dalam mendapatkan tegakan kayu pertukangan yang berkualitas.

        Biaya pembangunan tegakan kayu pertukangan

        Pembangunan tegakan A. mangium untuk pertukangan hingga umur 2 tahun sama dengan biaya pembangunan untuk bahan pulp. Tetapi setelah umur 2 tahun diperlukan tambahan biaya, yaitu penjarangan, pemangkasan cabang dan perawatan. Total biaya operasional dari awal hingga siap panen adalah Rp. 2.841.250,-/ha (diluar biaya investasi dan overhead)

        Kesimpulan

        Hutan tanaman merupakan sebuah keniscayaan untuk menyediakan bahan baku industri secaraberkelanjutan.Pemilihan jenis-jenis cepat tumbuh dilakukan untuk memenuhi pertimbangan ekonomi, finansial dan tuntutan kesejahteraan masyarakat sekitar. A. mangium merupakan jenis yang memenuhi syarat untuk diusahakan, mudah dibudidayakan, adaptable untuk lahan-lahan marginal, produktif dan responsif terhadap upaya pemuliaan pohon, serta multiguna.

        Penerapan silvikultur intensif, manipulasi genetik dan pemuliaan pohon, mutlak diperlukan untuk peningkatan riap dan kualitas kayuPemilihan jenis cepat tumbuh dan penerapan silvikultur intensif merupakan langkah awal yang harus segera ditempuh untuk memupuk sumberdaya guna membangun kembali kehutanan Indonesia.Info & order:

        STOCKIST AB. 790 & Distributor Resmi NASA N-390589
        Pin BB   : 28E6AC1C
        Whatsapp : +62821-6767-4774
        sms/telp : 0823-0460-3288